Minggu, 07 Mei 2017

Tips Menghilangkan Rasa Cemas


Siapa Yang tidak pernah merasa khawatir ?
Siapa yang tidak pernah merasa cemas ?

Saya yakin kita semua pernah mengalaminya...

Misal ketika anggota keluarga yang seharusnya sudah pulang tapi tidak kunjung pulang juga...

Misal (di Bisnis catering yg sdg saya jalani) pesanan udah jadi, udah diantar, cemas or khawatir
" konsumen kita puas ndak ya?"
Misal juga (masih di Bisnis catering yg saya jalani), niy kok lagi sepi ya konsumen, beberapa hari terakhir Blum ada yg order, padahal minggu depan waktunya bayar ini itu...

Misal juga (masiiiih di Bisnis catering yg saya jalani) ketika ada order untuk Prasmanan, cukup ndak ya.... Kurang ndak ya... Masih enak ndak ya....
DST... DST...

Banyak sekali kalo mau di list hal hal yg bs kita khawatirkan or cemaskan... Karena memang banyak sekali yg bisa kita khawatir atau cemaskan....

Misal, niy gimana ya kondisi negara kita, kepastian hukum makin tidak jelas, BBM dn listrik naik terus.... Bisakah kita cemas untuk hal ini? Bisa... Kalo kita mau...

Misal juga niy, sekarang biaya masuk universitas sebegitu besarnya, sementara penghasilan kita saat ini ya masih segini aja, gimana ya nasib anak kita ntar, bisa kuliah ya ndak ntar.... Sementara anak kita masih usia mau masuk TK, bisa kita mencemaskan hal ini? Bisa... Kalo kita mau...

Ada lo yg udah mulai cemas Dan khawatir....

Cemas atau khawatir kehadirannya sebenarnya adalah atas izin kita, atas kemauan kita...

Kita bisa mencemaskan kondisi negara... Atas kondisi ekonominya, atas krisis kepemimpinannya, atas ketidak adilan penegakan hukumnya....

Kita bisa mencemaskan masa depan anak kita, atas pendidikannya, atas piliham profesinya kelak...

Kita bisa mencemaskan itu semua kalau Kita mau mencemaskanmya...

Misal, seorang kepala pemerintahan dimana rakyatnya sedang merana, bisa saja si kepala pemerintahan mencemaskan atas Hal itu, atau bisa saja dia tidak... Kita tahunya bagaimana? Ya dari kebijakannya, apakah membuat rakyatnya bisa mentas dari merana, atau malah bikin semakin merana...

Kalo kepala pemerintahan tahu rakyatnya merana lalu membuat kebijakan yg mmbuat rakyatnya yg merana lebih baik y alhamdulillah,

Tapi kalo justru sebaliknya, maka akan menjadi sebuah masalah...

Seharusnya sebagai kepala pemerintahan yang baik dia akan membuat kebijakan selanjutnya yg tidak membuat rakyatnya merana, tapi misal sebaliknya bisa jadi Ada beberapa kemungkinan...

Dia tahu rakyatnya merana, dia mau untuk mencemaskan nasib rakyatnya itu, tapi dia stress Karena dia aslinya adalah pemimpin boneka, which is dia ndak Ada kemampuan untuk menggerakkan Karena dia sendiri sebenarnya Juga digerakkan... Sehingga kebijakan yang dikeluarkan tidak membuat rakyatnya menjadi lebih baik...

Kasihan banget ya pemimpin seperti ini...

Kemungkinan berikutnya, dia tahu rakyatnya merana, tapi dia Juga tahu kalo negara yg dipimpinnya sedang kacau balau, dia mengambil strategy mengorbankan sebagian rakyatnya utk sebagian rakyatnya yg lain...

Sadis ya pemimpin seperti ini...


Tapi bibit-bibit tipikal seperti ini sayangnya sepertinya mulai bermunculan kemarin, ketika ex gubernur Ibukota melakukan penggusuran dengan sangat tidak manusiawi,  saya merinding membaca komentar para netizen yg menyetujui penggusuran itu... Benar2 tidak memanusiakan manusia... Smg sih netizen itu netizen palsu ya, alias pasukan robot cyber yg mmg tidak punya hati, bukan manusia seutuhnya yg bisa makan, minum, berinteraksi sosial, dll...

Misal contoh yg lain, seorang orang tua yg mencemaskan Masa depan anaknya, padahal si Anak baru masuk PAUD.  Kalo menurut saya, boleh boleh saja Kita cemas, khawatir, karena memang jaman Makin edan, tapi kalo saya daripada kita cemas memikirkan Masa depannya, Kita persiapkan saja pribadinya agar menjadi pribadi yg lebih baik kelak...

Utk selanjutnya, Kita Hanya bisa mendoakan, serahkan sepenuhnya ke Allah SWT, Karena Hanya Allah yg bisa menjaga Anak Kita sampai seterusnya...

Kesimpulannya adalah,

Menurut saya, Kita mencemaskan sesuatu ketika itu sudah di Luar batas pengendalian kita,
Cara biar Kita tidak cemas adalah menyadari bahwa Kita itu penuh dengan keterbatasan, fakir dalam pengendalian, sehingga perlu lebih berserah Dan berpasrah diri pada Yang Maha Mengendalikan... 
Yang Hanya Kita lakukan adalah melakukan sebaik baiknya, sembari terus bersandar Dan mendekatkan diri pada Yang Kita Sandari yakni Allah SWT....



Tulisan ini adalah tausiyah untuk diri saya sendiri, semoga saya, Dan Anda yang menyempatkan membaca ini bisa mendapatkan hikmah Dan terus menjadi pribadi yang lebih baik...

Senin, 01 Mei 2017

Finish The Unfinished

Ada nggak diantara Kita yang Suka memulai sesuatu tetapi kemudian tidak Kita selesaikan ?


Semangat ide cemerlang, perencanaan matang, eksekusi gemilang, tapi sayangnya belum sampai selesai sudah enggan untuk menyelesaikan....

Bisa jadi Karena hilang semangat ato kesundulan ide berikutnya untuk dieksekusi, smntara yg udah awwalan dimulai Kita nyanyikan dengan sendu : I'm sorry goodbye
                      
Tiga Hal diatas personally pernah ngalamin semua, Dan itu sudah menjadi salah satu ciri buruk yang harus dicoba untuk dieliminasi sedikit sedikit... Karena tidak tuntas itu ndak bagus dalam Hal apapun...

When you start something, you have to finish it,
Begitu kata seseorang pernah bilang...          
         
Dan katanya seseorang Juga sih,
"You must know who you are,
You must know what you are really really enjoy,
You must know where you have to go..."

Pertanyaan pertama, tentunya bukan dijawab dengan nama lengkap Kita, nama panggilan Kita, Kita anaknya siapa, ato Kita lahir dimana Dan dimana. Pertanyaan pertama dijawab dengan keyakinan diri, kepercayaan diri, kemantapan diri, apa Aja yang bikin Kita ndak yakin, ndak pede, ndak mantap,buang itu jauh-jauh...  
                 
Pertanyaan kedua dijawab dengan kejujuran diri, dijawab pake hati Dan pake nutrisi, eh maksudnya nurani... Pertanyaan pertama dijawab pake logika, pertanyaan kedua dijawab pake hati. (Eh udah ketulis ya sebelumnya)    
                
Pertanyaan ketiga dijawabnya Juga pake logika, pake otak, Dan yang pasti pake mata, ya Mata di kepala, ya Mata di hati...

Dan tiga pertanyaan diatas itu ndak adaaaa yang sama jawaban tiap orang, kadang itulah yang perlu Kita pelajari, kapan harus melihat Kanan Kiri, kapan harus menggunakan kacamata kuda Kita, yang penting larinya kenceng kayak kuda pas balapan...      
             
InsyAllah sih ya, ketika 3 Hal ini Kita punya jawabannya, tidak Ada sesuatu yang Kita ndak selesai kan, Karena tidak Ada Hal yang kemudian Kita ragu untuk tetap melanjutkannya ato tidak...

Dan Kita ini,
sebagai Muslim,
sebagai hamba Allah,
untuk jawaban pertanyaan pertama Dan ketiga sudah Ada itu jawabannya semua....  Tinggal Kita mau mencari tahu, mbaca, Dan mempelajari nya dengan beneran apa ndak...

Loh katanya ndak Ada jawaban yg sama tiap orang, kok pertanyaan pertama Dan ketiga udah Ada jawabannya....

Iya ya,
Takganti deh, mungkin bukan jawaban scara Langsung, tapi lebih kepada petunjuk jawabannya... Dimana petunjuk jawabannya? Ya Kita Umat Islam petunjuk nya dimana hayo? Masa lupa.... Udah Ada petunjuk jawabannya, tapi jawabannya mbalik ke pribadi masing2 yang saling berbeda satu sama lain...

Untuk pertanyaan kedua                      
Yang membedakan secara unique tiap individual adalah di jawaban pertanyaan kedua, itulah Kenapa tidak semua orang harus jadi dosen, tidak semua orang harus kerja di multinational company, tidak semua orang harus jadi PNS, Dan tidak semua orang harus jadi pengusaha...

Nah utk mbantu jawaban kedua untungnya saat ini sudah Ada sarananya juga lho,
Salah satunya Dengan mengikuti test STIFFIN, apa itu test STIFFIN ? Googling Aja deh ya...
kebetulan saya udah test, Dan hasil test saya adalah Intuitive Introvert...
Seorang intuitive introvert tu gimana? Ya sepertinya Karena saya seorang intuitive introvert lah saya mau Dan bisa menulis ini di sela2 waktu saya... bTW ini saya nulis pas lagi nunggu Service Motor, nih buktinya, no pic entar hoax, hehe...


Browsing Dan coba ikut test deh, InsyAllah bisa ngebantu...

Salah satu sarana berikutnya adalah coba browsing millionaire masterplan, atau genius u. Disitu Ada kayak semacam pertanyaan gitu, Kita jawab, nah dari situ kemudian Kita bisa diidentifikasikan model genius Kita itu kayak gimana, Dan saya adalah seorang Dynamo, serupa lah dengan hasil Intuitive Introvert.

Dan memang Kita sebagai Dynamo or Intuitive Introvert, punya masalah dalam Hal menyelesaikan sesuatu...
                    
Tapi bukan berarti punya masalah lantas ndak bisa diselesaikan donk...

niy... saya Lagi mencoba berubah, lagi mencoba berjuang,

Semoga Allah beri terus kemudahan Dan kelancaran...
                      
Makasih udah mbaca tulisan ini, yang saya tulis disela-sela nunggu motor di servis...

Hope it can enlighten u even a little bit...

Thx for Reading...

Minggu, 30 April 2017

Nulis di Blog

Salah satu Hal yang sudah lama aku lakukan, terus tidak istiqomah aku lakukan, terus sama sekali tidak aku lakukan (Karena greget memandang betapa hijaunya rumput tetangga) lalu kemudian menyadari kembali ternyata Melakukan ini adalah sesuatu yang bisa membahagiakan, adalah : nulis di Blog

Social media seperti Facebook sendiri sebenarnya sudah menyediakan fitur notes untuk menulis semacam tulisan di blog yang panjang gtu... Tapi nulis status sekarang Juga seperti nya jg bisa berpanjang panjang Juga ya... Tapi menulis status, menulis di notes facebook beda rasanya daripada nulis di blog... Setidaknya ini yang takrasakan...

Nulis di blog itu aku ngerasanya kita lebih tulus Aja kalo nulis, beda dengan kalo kita nulis di socmed lain.  Penyakit yang biasanya muncul kalo di socmed yang lain itu (kalo aku lo ya,bukan menjustifikasi semuanya) adalah Rada ngarep like ato comment...

Misal Kita nulis yang Kita anggap inspirational banget, Dan ternyata kondisinya sunyi senyap, ndak Ada yang comment, ndak Ada yg like... Baper nggak sih kalo ngalamin gitu... Kalo aku sih baper.... Hehehe....

Kalo di blog gini beda, Kita asal nulis Aja.... Apa adanya, tapi tetep Ada apa-apanya... maksudnya adalah (kalo aku) lebih merasa bebas menulis apapun, tapi tetep lah, biar enak dibaca Tanda bacanya diperhatikan, kalo kalimatnya mbulet ya diperbaiki, gitu deh...

Dan saat ini untuk nge-blog ternyata ndak harus di depan komputer ato laptop. Smartphone telah mengambil alih. Ya meski tetep lebih Lega di depan layar tapi kesibukan Dan kesempatan yang Ada terkadang tidak memungkinkan itu terjadi.

Dengan pake hape semua bisa disela-selakan... Nulis sesuatu ndak harus kudu ampe selesai Juga to?
Apalagi saat ini d Android dh Ada aplikasi blogger. Aplikasi ini baru kemarin Tak install (tulisan yang kemarin sy posting melalui aplikasi blogger) Dan merasa sangat terbantu...

Sekali lagi alhamdulillah tsumma alhamdulillah,
Salah seorang sahabat pernah memberi Saran kepada saya bahwa aktivitas nge-blog ini agak bersifat 'sia-sia'... Karena ya memang dengan nge-blog ndak bisa ngehasilin duitkan? Setidaknya ndak secara Langsung (tapi Ada Juga ya bbrp blogger yg memonetize blognya, biar bisa ngehasilin... tapi ndaklah ya kalo aku, setidaknya untuk saat ini,hehe...) Udah lama banget ini sarannya, atas Saran ini jugalah yang sedikiit mempengaruhi saya...

Tapi setelah sekian lama, sepertinya memang harus kuakui, saya enjoy melakukannya...

Saya enjoy nulis di blog...

Karena dasarnya saya adalah orang yang Suka curhat...

Karena dasarnya saya Suka mencurahkan apa Yang Ada dalam pikiran saya...

Karena pada dasarnya saya adalah.... Saya...

Niy dia aplikasinya guys...

Sabtu, 29 April 2017

GALAU DIANTARA SYUKUR

Yang namanya pernikahan / keluarga itu biasanya Ada fase Naik Dan turun (katanya sih) Ada fase di bawah dan Ada fase di atas. Ada fase berjuang, Ada fase tenang.  Kayaknya, tentunya, saat ini, aku, saya,ghuwee, masih berada di fase bawah, masih berada di fase berjuang.
Untungnya, Alhamdulillah, ketika masih di bawah ini, ketika masih berjuang ini, masih tetap Ada hal-hak Yang bisa Kita syukuri...

Yang saya syukuri pertama Kali saat ini tentunya adalah keluarga.  Ya Istri, ya nak anak... meski ya mungkin tentunya kadang terjadi beberapa Hal Yang bergejolak dikit, alhamdulillah, Kita, InsyAllah telah berhasil melaluinya.  Semuanya tentu Karena izin Allah, semuanya tentu Karena takdir Allah.
Ketika saya ceritakan ke beberapa orang tentang bagaimana sehari-hari di rumah, bagaimana hidup sendiri dengan 3 Anak Yang masih baby baby, tentang cicilan, tentang hutang, tentang kondisi bisnis Yang masih struggling, 

beberapa bilang "kok iso seh..." 

Ato Ada Yang bilang "Alhamdulillah yo, berarti hidupku ternyata jauh lebih enak", dst.... 

Ada juga Yang mengatakan "gpp, sek berjuang, semangat !!!"

Ato Ada jg yg mengatakan "insyAllah nanti akan jadi memory tersendiri..."

Tapi ya ternyata, memang Kita benar-benar bisa melalui itu semua... Misal, moment ketika 3 Anak nangis bersama, pas kondisi ayahnya masuk angin sementara pas Ada order, sementara pas Umminya lagi sakit juga... Ato moment Naik motor bareng berlima pas hujan pas di jalan bensin ternyata habis...dst... Dst...

Tapi itu bisa Kita lalui Juga...

Saya Yang dari kecil selalu Ada asisten Rumah tangga di rumah, bisa Juga sekarang hidup Tanpa asisten...

Memang benar, Allah tidak Akan membebani suatu kaum kalau kaum itu ndak sanggup...
Seperti pas tahu istri Hamil Anak ketiga, sementara we still don't have any four heels... Ya so far ternyata bisa jg menjalaninya, tapi teteuplah ya, berharap ingin segera punya mobil, selain untuk kebutuhan pribadi Juga untuk usaha Juga...

Tapi moment moment galau acapkali masih tentunya terjadi... Tidak Hanya saya, istri Juga... Tentang ingin nyoba bisnis ini itu Karena merasa bisnis kita stagnant, ingin melakukan ini itu, ingin jualan ini itu... rumput tetangga selalu tampak lebih Hijau bukan?

Tapi insyAllah sih aku, personally saat ini sudah memiliki kemantapan hati untuk melakukan apa Yang Akan terus untuk dilakukan... Semoga istiqomah, berkah, Dan lancar deh ya, Amin...
Sementara istri galau ketika menyangkut masalah Anak, apakah harus tetap berprofesi guru, atau menjadi full time guru untuk buah hati Kita sendiri...

 InsyAllah tadi istri bilang sudah memiliki ketetapan hati Juga sih, Sama deh ya, semoga istri Juga diberikan keberkahan, kelancaran, Kita semua diberikan pertolongan terus oleh Allah SWT, 
Karena atas apa- apa Yang pernah terjadi, atas apa-apa Yang telah Kita alami Dan lalui, mustahil kita bisa melalui itu semua Tanpa pertolongan Allah...

Kalau merujuk pada video Yang tadi saya share di Facebook, bahwa apapun pilihan Yang Akan Kita ambil, pastikan sesuai dengan tujuan hidup Kita apa... 

Galau Dan down pasti Akan ditemui... Tapi Balik lagi, kembali ke tujuan... tujuan Kita apa? Tentu saja as a Muslim tujuan Kita adalah ibadah, apapun itu...

Yha bukan Hal Yang mudah (bagi saya sih ya, mungkin bagi beberapa teman Juga) cuma ya memang ini Yang harus dilalui, ini Yang harus dilakukan... We don't have any choice, but it's okey lah... tujuan hidup apa Yang lebih baik dari itu?

Dan kalo aku mencoba menurunkan tujuan yang pamungkas ini menjadi sesuatu yang 'lebih Sehari-hari' yakni keluarga.. anak-anak.... Bagaimana anak2 yang blessedly given sama Allah benar2 bisa bikin Kita lebih baik...

So, Bismillah Aja guys

Let's keep movin' forward...

Saat ini merekalah motivasi terbesar apapun Yang Akan dilakukan...

Jumat, 28 April 2017

Akhirnya Donor Juga...

Saya termasuk orang yang nyaris selalu menghindar apabila ada urusannya dengan suntik menyuntik...

Lebih baik minum pil pil gitu deh daripada harus dicubles di pantat ato di lengan

Karena itulah tidak pernah terpikirkan klo aku bakal melakukan aktivitas donor darah...

Nyuntik aja jarumnya segitu, apalagi donor darah yang disitu kita bakal disedot darahnya...

Tapi, finally, i did it...

Yhaa, tadi siang, habis sholat jumat...

Spontaneusly...

Gak terencanakan, gak pernah terpikirkan sebelumnya...

Dan ternyata, it is not bad at all ya...

Bener deh...

Di tulisan ini saya rekomendsikan kepada ente ente semua yang belum pernah donor darah, segera coba deh, insyAllah kalo kondisi fit, (pilek pilek dikit ndak papa deh) bisa kok melakukan donor darah...

Tadi ada satu setauku yang tidak jadi donor darah, sepertinya tekanan darahnya belum memenuhi...
Kenapa saya rekomendasikan?

Manfaat donor darah silakan di browsing di yang lain deh...

Tapi apa yang saya rasakan hari ini, setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita dapat kalo kita donor darah :

1. Entah mungkin karena ini baru yang pertama ya, tapi yang aku rasakan setelah donor darah adalah perasaan positif karena at least merasa telah bisa membantu secara aktif dalam bidang kemanusiaan (ceilaa... tapi ya bener lo, ya lewat darah kita itu) mungkin karena aku sekarang lagi tidak aktif dimana-mana ya,  beda dengan teman-teman relawan kemanusiaan gitu,  terus terang status bapak rumah tangga dengan bisnis yang masih perjuangan dengan 3 anak yang masih baby baby, nyaris membuat saya agak susah kemana-mana... so, dengan donor darah ini ada rasa kepuasan tersendiri bisa berbagi sesuatu yang penting banget dalam artian yang sesungguhnya...

ngisi form dulu...

2. Mungkin karena pikiran positif, ato mungkin memang benar-benar berpengaruh secara fisik, ato mungkin (sekali lagi) karena ini baru yang pertama ya,  jadinya rasa badan abis donor darah itu enteng, seger, kayak habis renang gitu... kan kalo kita habis renang (ato mungkin olah raga lain juga ya) kayak merasa hangat nyaman di dalam badan gtu ya... agak ngantuk juga sempat, tapi ngantuk ngantuk yang enak, bukan karena ngantuk lunglai kecapekan gtu...

3. Kita dapat free food, setidaknya dapat roti dan susu katanya... untungnya tadi ikutan evenntnya jiwasraya, jadinya selain dapat roti dan susu dapat nasi kotak  sama ada yoghurt juga... susu dan yoghurt karena ndak doyan kukasih ke istri, yang lainnya alhamdulillah udah masuk ke perut dengan sukses. Sama ada satu lagi, karena eventnya jiwasraya ya, jadinya tadi dapat asurasi setahun gtu... disuruh daftar via SMS tapi belum daftar... (sampe detik ini)

Itu tadi mungkin yang positifnya ya, sekarang yang negatifnya juga aku share dong...


  1. Sebelum donor darahkan kudu nimbang sama cek tekanan darah ya, nha Pas timbang badan itu hasilnya shocking banget. Gemuk banget ternyata diriku... ini timbangan terberat dalam hidup... harus segera di tindak lanjuti... sama sekali tidak untuk dipertahankn...
  2. Sakitnya itu pas ujung jari kita ditusuk buat memastikan golongan darah kita, sama pas jarum masuk untuk nyedot darah kita... tapi ya ndak sakit-sakit amat, cuma ndak berani lihat langsung aja... tadi mencoba ngintip pake hape... kalo berdasarkan intipan sih sepertinya sebenarnya bisa aja, tapi tetep tadi ndak berani lihat langung juga sih...

Udah kayaknya itu aja sih negatifnya, ndak serem bangetkan donor darah ???
Saranku coba deh, bagi yang masih parno kayak diriku sebelum ini, donor darah, dan katanya donor darah rutin ini bagus banget buat tubuh... insyAllah berencana pengen rutin sih setelah ini, katanya 3 bulan sekali ya....

Saranku sekali lagi kalo mau donor darah ikutan event2 aja... karena biar bisa dapet free food lebih banyak sama mungkin bisa dapat souvenir gratis (haha... ngarep)

Terakhir, terus terang salah satu kenapa tadi donor darah adalah nungguin bukanya BSM yang kalo habis jumatan bukanya jam 13.00, sementara jumatan jam 12.30 udh pd selesai... daripada maen hape mulu, kalo sekiranya ada aktivits lain yang lebih bermanfaat tidak ada salahnya untuk dilkukan, hehe... but most of them all, jaga kesehatan kita ya guys... udah kepala 3 memang sudah saatnya tidk sesembrono jaman dahulu kala bil khusus ke masalah kesehatan diri, nah... donor darah ini bisa jadi sarana buat nyehatin diri, 

betul betul betul...

 Ada bapak2 yang bisa dimintai tolong ngambil foto...

Darahku disedot...

Free food (also vitamin)




Kamis, 27 April 2017

Homecoming



seben4rny4 tid4k 4d4 m4ksud menj4di se4l4y ini...

ini k4ren4 terjd4di ke-eror-4n y4ng tid4k dih4r4pk4n 

s4l4h s4tu tombol tid4k berfungsi di keybo4rd...

bis4 diteb4kk4n tombol m4n4 y4ng tid4k berfungsi ?

btw ini tulis4n pert4m4 setel4h h4mpir du4 t4hun l4m4ny4

h4mpir du4 t4hun mencob4 menc4ri j4ti diri, sepertiny4 sud4h w4ktuny4 pul4ng.  dim4n4 kepul4ng4n ini semog4 menj4di kepul4ng4n y4ng istikom4h tid4k mud4h melirik y4ng l4inny4 l4gi... setel4h melirik b4ny4k h4l...

bismill4h

besok w4ktuny4 betulin keybo4dr dulu...

Minggu, 07 Juni 2015

SEKALI LAGI TENTANG PASSION



Passion lagi passion lagi,
Dua blog posting terakhir pada ngomongin ini semua... ini dan ini...
Meski itu sebenarnya awalnya mau dibuat postingan berseri...
Tapi seperti yang sebelum-sebelumnya, serial itu tidak terselesaikan juga...

Pfft....

Tulisan ini tidak berhubungan langsung dengan tulisan sebelumnya... meski yaaa, ada ajalah hubungannya sih sebenarnya... karena masih ngomongin hal yang sama, yakni : passion...

Tahun ini mungkin the hardest year of my life... since my mother gave me a birth 30 years ago...
Semuanya numplek blek di tahun ini...
Semuanya deh...

Sebagian karena kebodohan masa lalu, sebagian lagi memang ya tahapan tahapan hidup yang sudah waktunya...

Aktivitas bisnis yang sy jalankan saya jalankan hny untuk semata2 menyambung hidup dan memperbaiki apa yang harus diperbaiki sedikit demi sedikit...

But, it's okey...
Life goes on...

Cuma yng tertinggal adalah tentang passion ini, 
Hal ini terlintas kembali ketika diskusi sama istri beberapa hari yang lalu...
Kalo istri mah insyAllah sudah beraktivitas sesuai dengan passionny...

While me?
Sepertinya masih belum, sy masih on journey to go for it...
Akhirnya searching di google, nemu  beberapa tulisan tentang journey to passion, ada yang dari tulisannya mas Jonru disini, dan masih banyak lagi...

Kesimpulannya adalah, sesibuk apapun aktivitas anda menyambung hidup, luangkan selalu untuk discovery passion anda, kalo masih terasa buram, lakukan 1 aktivitas baru tiap harinya. kalo mulai udah ada bayangan, segera luangkan untuk melakukannya setiap hari... apapun kondisinya... at least coba dulu seminggu...

Inilah yng sy rencana mulai lakukan hari ini...
Menulis...

Is Menulis my passion ? Don't know for sure juga...
Yhaa semoga istiqomah deh untuk seminggu kedepan,
Gak bubar jalan seperti yng sebelum2nya...

Thankisss buat penemu blogspot deh,
Yang udah kasih ane wadah, hehehe...

Ditulis : 7-6-2015 23.45