Minggu, 07 Juni 2015

SEKALI LAGI TENTANG PASSION



Passion lagi passion lagi,
Dua blog posting terakhir pada ngomongin ini semua... ini dan ini...
Meski itu sebenarnya awalnya mau dibuat postingan berseri...
Tapi seperti yang sebelum-sebelumnya, serial itu tidak terselesaikan juga...

Pfft....

Tulisan ini tidak berhubungan langsung dengan tulisan sebelumnya... meski yaaa, ada ajalah hubungannya sih sebenarnya... karena masih ngomongin hal yang sama, yakni : passion...

Tahun ini mungkin the hardest year of my life... since my mother gave me a birth 30 years ago...
Semuanya numplek blek di tahun ini...
Semuanya deh...

Sebagian karena kebodohan masa lalu, sebagian lagi memang ya tahapan tahapan hidup yang sudah waktunya...

Aktivitas bisnis yang sy jalankan saya jalankan hny untuk semata2 menyambung hidup dan memperbaiki apa yang harus diperbaiki sedikit demi sedikit...

But, it's okey...
Life goes on...

Cuma yng tertinggal adalah tentang passion ini, 
Hal ini terlintas kembali ketika diskusi sama istri beberapa hari yang lalu...
Kalo istri mah insyAllah sudah beraktivitas sesuai dengan passionny...

While me?
Sepertinya masih belum, sy masih on journey to go for it...
Akhirnya searching di google, nemu  beberapa tulisan tentang journey to passion, ada yang dari tulisannya mas Jonru disini, dan masih banyak lagi...

Kesimpulannya adalah, sesibuk apapun aktivitas anda menyambung hidup, luangkan selalu untuk discovery passion anda, kalo masih terasa buram, lakukan 1 aktivitas baru tiap harinya. kalo mulai udah ada bayangan, segera luangkan untuk melakukannya setiap hari... apapun kondisinya... at least coba dulu seminggu...

Inilah yng sy rencana mulai lakukan hari ini...
Menulis...

Is Menulis my passion ? Don't know for sure juga...
Yhaa semoga istiqomah deh untuk seminggu kedepan,
Gak bubar jalan seperti yng sebelum2nya...

Thankisss buat penemu blogspot deh,
Yang udah kasih ane wadah, hehehe...

Ditulis : 7-6-2015 23.45

Minggu, 25 Januari 2015

Passion (Part-2)

Throwback part-1 tulisan mengenai passion dimana saya ingin mengemukakan
pendapat mengenai apa dan bagaimana passion itu,

Passion itu adalah tentang apa dan bagaimana nantinya anda ingin orang lain mengenal anda dengan tetap menjadi diri anda sendiri dan anda bahagia karenanya, tidak hanya bahagia di dunia, tapi juga bahagia di akhirat...

Jadi udah komplit bangetkan? Semuanya dapet untuk bisa bikin kita menjadi lebih baik dalam sebenar-benarnya arti...

Pertama mengenai ttg apa dan bagaimana anda ingin orang lain mengenal anda....
Kayaknya ini sekilas nggak nge-passion banget ya.... Karena terlalu eksternal, karena passion itukan sesuatu yang muncul dari dalamkan? Bukan dari luar....

Bener siy...

Cuma terkadang ini menjadi salah kaprah, misal... Ada yg bilang, passion-ku tidur... Buktinya ada orang yang dibayar untuk tidur-nya... Pengen jadi yang kayak gitu...

Iya siy, pernah denger emang ada profesi yang dia itu ngetes kualitas tempat tidur... Jadi dia tahu tidur berkualitas harus dilakukan di atas kasur yang berkualitas, cuma emang iya ta untuk berprofesi itu anda harus tiduran terus karena mengaku ber-passion tidur... 

Tentang bagaimana anda ingin orang lain mengenal anda ini adalah sebuah upaya kita untuk menjadi seseorang yang bertanggungjawab, jadi misal kita seorang penulis lagu, kalo secara pribadi sy tidak ingin dikenal sebagai penulis lagu menye-menye ato picisan ato orang yang nggak move on... karena saya ingin apa yang sya hasilkan orang lain bisa mendapatkan dampak positifnya...  tidak masalah menulis lagu romantis, asal yang nggak sekedar jadi...

Misal kita desainer baju, ya bagaimana baju yang kita desain itu bagus, dan menurut saya, karena saya seorang muslim, yang sesuailah dengan bagaimana islam mengatur mengenai perbusanaan.... Misal kita desainer hijab, ya gimana hijab itu yang syar'i.... yang nggak berlebihan... karena berlebihan itu dilarang dalam islam...  karena khawatirnya, ketika kita mendesain sesuatu yang nggak sesuai syariat, dan orang meniru itu kita pastinya ikut 'andil' disitu...

Ya sekali lagi terserah masing-masing ya...

Tulisan ini utamanya ditujukan untuk saya....

Dan ini point pertama pengertian fashion menurut saya, yakni tentang bagaiamana kita ingin orang lain mengenal kita.... ini masih point pertama dan tidak berdiri sendiri, masih nyambung dengan point point berikutnya... dan nggak boleh dipisahkan dengan point point berikutnya yang insyAllah akan saya tulis besok, amin....hehehe....

Point pertama ini adalah menekankan diri kita sebagai part of community yang kita juga memiliki tanggungjawab disana... menekankan diri kita sebagai makhluk sosial yang nggak bisa dipisahkan dengan makhluk sosial lainnya....

make sure our passion burn something right to others, and of course to ourselves


Gitu deh...

Point pertama udah panjang juga yaaaa...

Ready to post :-)

Sabtu, 24 Januari 2015

Passion (Part-1)

Lamaa tidak menulis sesuatu...

Eh tidak ding, i do write some writing... Tapi seperti yang udah pernah-pernah terjadi sebelumnya... Tidak diselesaikan :(

Padahal udah memanfaatkan evernote, udah instal evernote juga di hape satunya... Tapi ya begitulah saya... Masih belum berubah...

apa itu evernote ?

Tapi semoga dengan terpublish-nya tulisan ini, saya berubah...
Amin...

Dan mohon diaminkan yaaaa...



For those who accidentally or intentionally reading this :)

Karena saya pengen mengomongkan sesuatu yang kayaknya mudah banget diomongkan tapi ternyata tidak sebegitu langsung gitu juga didapetin, apa tuh ? PASSION




Banyak buku, seminar, dan apapun itu yang membahas mengenai ini... Bahkan Billy Boen dulu intens banget mbahas ini (kalo sekarang kurang tau karena jarang baca buku, hiks hiks...)

Harus diubah Am ? Iya... Iya... insyaAllah habis ini BERUBAH !!!


Oke, kembali ke laptop...

Beruntunglah anda yang sedini mungkin menemukan passion-nya, big congratulate for you, your parent, family, and your environment.... Karena menurut saya itulah yang bikin orang segera bisa menemukan passion-nya... Tanpa kolaborasi itu semua akan 'agak' menghambat ya....

Tapi bagi anda yang sampe detik ini merasa belum nemuin passion-nya, ya ndak papa juga... Nemuin passion bukan syarat masuk surga kok...

Passion itu menurut saya harus ditemukan, dan di-state-kan agar kita lebih hidup dalam menjalani hidup kita... Agar hidup kita gak autopilot, agar hidup kita gak kayak robot...



Apaan sih itu passion? Dah banyaj yang membahas dan mendefinisikan....

Tapi di part-1 ini saya ingin mengemukakan pendapat, apa dan bagaimana passion itu adalah tentang apa dan bagaimana nantinya anda ingin orang lain mengenal anda dengan tetap menjadi diri anda sendiri dan anda bahagia karenanya, tidak hanya bahagia di dunia, tapi juga bahagia di akhirat....

So, what is your passion?

To be continued di part 2 yaaaa....

Aminnn, hehe

Kamis, 08 Januari 2015

Do We Need an Assistant ?

gambar dri sini 

Hidup berempat, dengan 2 bayi mungkin tidak mudah...
Setidaknya itu yang kita rasakan...
Ngurusi anak, ngurusi kerjaan rumah, ngurusi kerjaan di luar rumah...
Saya, kebetulan wiraswasta dengan (saat ini) lebih ke pemasaran melalui online, isteriku guru SD
Anakku dua, yang pertama 22 bulan, adiknya (yang kedua) 4 bulan, selisih exactly 18 bulan...

beberapa bertanya, 

gak repot a? repot...
lak gak selese2 kerjaannya? iya...
gak istirahat dong? istirahat...

kok gak nyari pembantu / asisten ? mmm...

kadang sempat terpikir, kayaknya enak kalo ada asisten, 
tapi asisten juga buat apa ?

momong anak ? mandiin, dll... ya momong sendirilah, toh kalo hari kerja juga udah di-'sekolah'-in, kalo pas weekend, baru minta bantuan mbah putri untuk nginep rumah buat ngemong... cuma ini udah mulai dikurangi...

beres2 rumah ? kebetulan bundami orangnya sangat 'bersih'-an dan suka beberes... pusing dia kalo rumahnya berantakan, dan suka gak puas dengan 'beberes'-nya orang lain...

cuci baju ? pake mesin cuci, tinggal cemplung2, jemur biasanya takjemurkan...

masak ? ya alhamdulillah usahanya catering, suka ada makanan sisa2... kalo pas pengen masak ya masak, bisa aku yang masak, bisa bundami yang masak... kalo pengen beli lauk di luar ya tinggal beli... nggak melulu gitu dan nggak gitu melulu, hehe...

setrika ? nha ini... dulu pas aku kerja kantoran bundami selalu nyiapin kemeja sekaligus buat baju kerjanya. cuma berhubung kerjaanku banyak di jalannya dan aku lebih nyampan pake kaos, ya udah, nggak perlu disiapin kemeja lagi... sempat pengen pake jasa setrikaan, tapi cuman bajunya bundami yang masih perlu disiap setrikain, tadi aku bilang, pengen bantuin siy..., kalo bajunya nak kanak children, bundami suka banget nyetrika baju anak-anak, so... ya masih bisa di-handle sendiri untuk setrika2...


jadiii

sepertinya (saat ini) masih belum membutuhkan asisten...

Minggu, 28 Desember 2014

Start from the different way

Anakku loro......
Kabeh lucu lucu...
Nggarai aku ngguyu...

Text itu tadi aslinya sebuah lgu yang nggak tau darimana istriku ngedapetin lirik dan nadanya...

Tapi postingan ini memang mengenai anakku yang udh dua...

Yang pertama Maria (21m) yang kedua Thoriq (3m)

Dilihat dari judulnya ya memang mengenai itu tdi postingan ini... Start from the different way... Exactly in the way to sleep method...

Maria, biasa tidur dengan lampu nyala... Bawaan dari sejak tinggal di kontrakan... Sementara Thoriq, gak tau knapa kita merasa lebih adem dan nyaman kalo boboknya lampunya dimatiin...  Akhirnya starting bobokny jg beda...

Maria dibobokkn dngan lampu nyala di kamar depan, Thoriq dibobokkn dgn lampu mati di kamar belakang... Pas ayabi dan bundami mau bobok... Barulah thoriq dibawa ke kamar depan... Lalu lampu dimatiin dan ditempelkan lampu dinding hello kitty ke colokan...


Just like this moment :)
Write by evernote @ 10.43 pm 28.12.2014

Selasa, 01 Juli 2014

Lulus Ujian


Bukan namanya ujian kalo tidak dilewati…

Suka gak suka, ujian itu harus dilewati, untuk kebaikan diri kita sendiri…

Gak ada naik level kalo gak diuji dulu…

Itu kali ya, kenapa tiap naik kelas kudu diuji, kenapa kalo mau ngambil mata kuliah tertentu kudu lulus mata kuliah tertentu yang lain…

Dan ujian gak melulu masalah kelas, masalah mata kuliah, masalah kenaikan tingkat sabuk beladiri, and so on, and so on…

Dalam hidup itu juga ada ujian, tsahh…

Baik itu ujian berupa kesenangan, maupun ketidaksenangan, yakinilah itu semua adalah ujian, tsah…
All we have to do is just doing the best as we can *ngomong gampang banget yaaaa, hehehe

Tapi ya emang kudu gitu siy…

Contoh yang terjadi adalah pada diri saya sendiri…

Sebagai orang melankolis saya bermasalah pada emosi saya yang terkadang kelewat mendalam, hehe… sebagai orang melankolis saya bermasalahan dengan kesempurnaan, dan karena bermasalah dengan kesempurnaan itulah saya sebagai orang melankolis bermasalah juga dengan kesabaran…

pake keyword 'anger' nemu gambar ginian, ini lucu apa nyeremin sih ? hehe...

Contoh niy ya, saya terkadang sangat takut mengecewakan, ato misalkan melakukan kesalahan yang berimplikasi kepada orang lain, sehingga khawatir gimana2… padahal yang bersangkutan tidak merasakan apapun dan merasa biasa-biasa saja… inilah yang saya sebut kelewat mendalam…

Saya itu suka merencanakan, dan karena suka merencanakan itulah seringkali berujung pada kekecewaan.  Entah karena factor diri saya sendiri, dan yang lebih bikin kecewa adalah kalo itu karena orang lain… kenapa ? karena kita tidak punya power control terhadap orang lain itu… kalo diri sendirikan kita bisa mengontrol, kalo toh sek belum bisa, ya harus bisa, paling nggak harus ada improvement-lah… kalo orang lain ? kadang dia tidak menganggap itu perlu… bagaimana bisa improve ? ini yang saya sebut dengan kesempurnaan…

Berikutnya masalah kesabaran, ya karena pengen perfect itu makanya sering gak sabar, termasuk pada diri sendiri… ekspektasinya selat malaka, masih ngubek di selat jawa, ekspektasinya gunung jayawijaya, masih woles di panderman…

Begitulah, makanya gak dulu ketika masih jadi karyawan, ato sekarang udah coba njalankan usaha kalo saya pikir lagi masalah2 saya ujungnya adalah masih seputaran itu-itu aja ternyata… berarti saya masih belum lolos ujian dong, masalahnya itu itu mulu… ‘

Ya doain aja ya, saya lulus ujian...

Tapi ntar kalo udah lulus ujian, ujiannya lebih gede lagi, tidaaaaaakkkk !!!!

Yha begitulah hidup, hehehe….

Sunnatullah mah…

Que sera sera…

Justru ini yang bikin hidup lebih hidup… hehehe



Smangat aja deh buat kita semua…



Senin, 30 Juni 2014

Just A Little Part of My Life

Manusia Berencana, Tuhan Yang Menentukan
Ayabi berencana, Marialah yang mutusin bisa dilaksanain apa kagak, hehe…

Mungkin juga udah tabiat di semua keluarga yang punya baby kali ya, bahwa aktivitas keluarga ditentukan dengan maunya si baby.  Saya gak tahu deh Maria ini udah Baby apa Toddler, tapi yang jelas di keluarga kecil kami, she is the queen.  Ayabi dan Bundaminya adalah pengawal dan dayang yang senantiasa harus siap menemani sang baginda Queen Maria from The Kemirahan, hehe…

Kalo hari biasa siy gak terlalu berasa, karena bundami ke sekolah dan Maria ikutan sekolah juga.  Saya di rumah, tidur.  Hehehe… Ora tho yo…. Masa tidur, nonton pilem !!! hehehe…

Dan, kini masa liburan sekolah tiba, 

10 hari Bundami liburan, means 10 hari Maria juga ada di rumah…
Karena saya kerjanya di rumah (paling nggak aktivitas depan komputernya) beginilah jadinya…

She's seems only want to help me, but... hehe... 

Maria memang anak yang sangat pinter dan suka membantu.  But the problem is, bantuannya seringkali tidak dibutuhkan. Hehehe… Tapi ya, namanya juga masih golden age, kagak napa2 deh, kan itu belajarannya dia juga… Seperti pas saya aplod2, dia duduk di depan saya, berdiri dan mulai mengelap monitor, dan tahukah anda dengan apa maria mengelap monitornya ?

Dengan ini saudara2, hehehe….

Kayak inii niy sekarang, Maria menggerayangi punggung, dia menuju ke samping, ambil posisi di pangkuanku, dan ups… ngebantuin ayahnya ngetik… ah.. udahan dulu yaaaa….

Break break :D

Balik lagi, Maria sudah dibius sama bundami... jadi sekarang bisa berkomputer dengan normal kembali…
Udah hampir setahunan ini saya kerja di rumah, yha gak sepenuhnya di rumah siy, banyak kelilingnya juga… Beberapa temen yang masih ngantor kalo ketemu, sering bilang : “i… enak ya…”

Tak-amin-in aja deh… hehe

Apakah enak ? yang jelas dijalani saja… Bagi yang menganggap itu enak, percayalah itu hanya sawang sinawang… bagaimanapun terima gaji bulanan itu lebih bikin merasa ‘aman’

Yang jelas dengan kerja di rumah, waktu menjadi lebih bisa ngatur.  Musuhnya adalah diri sendiri, saya gak jalan…. Gak dapet duit… Gak dapet duit, roda kehidupan terganggu… apakah itu enak? Ada enaknya da nada gak enaknya… Disyukuri saja...

Dan apapun yang terjadi itu ada hikmahnya… Seperti tadi pagi, Maria menggerayangi terus ampe siang… sehingga beberapa pekerjaan yang seharusnya seperempat Jam beres jadi berjam-jam… Berencana keluar ampe gak jadi-jadi, tapi hikmahnya adalah siang-siang ada yang datang ke rumah buat pesen Catering dalam jumlah yang cukup banyak…

Alhamdulillah,

Truly, everything happen for a reason…