Jumat, 25 November 2011

What a Nice Doctor

Beberapa pekan yang lalu Maag Istri saya kambuh...

Berhubung saya Alhamdulillah Ya... tidak punya sakit Maag, jadi tidak bisa memahami sakitnya Maag itu... Kalo kata Istri saya, apa yang dia rasakan adalah kombinasi antara Kembung, Perih karena merasa lapar, Mual, dan Seperti ditusuk-tusuk...

Itu yang dia rasakan...

Serem banget ya...

Alhamdulilah saya belum dan semoga tidak akan pernah mengalaminya...

Awalnya istri saya menolak ke Dokter, karena sebisa mungkin ingin menghindari obat kimia...

Tapi karena semakin sakit gara-gara habis makan coklat...

Ketika takpaksa akhirnya menyerah juga... Pergilah kami ke Sebuah Rumah Sakit dekat rumah untuk periksa... Well, diperiksanya cuma bentar karena dokternya mau rapat, dia nyela-nyelain aja kayaknya...

Diberi resep, nembus obat, diminum... agak mendingan, lalu sakit lagi.... :-(

Bahkan lebih parah, sampe Bapak dan Ibu Mertua datang ke rumah... Waktu itu aku sedang di kantor pas nggak bisa pulang...

Kemudian sorenya agak mendingan...

Lalu malamnya kita memutuskn untuk periksa ke dokter yang biasanya meriksa istriku sejak dulu kalo maag-nya kambuh....

Katanya siy dokternya udah sepuh...
Tempatnya juga kecil...

Pergilah kita ke sana setelah awalnya bingung karena hujan yang tiba-tiba hujan, tiba-tiba reda, tiba-tiba hujan, tiba-tiba reda, gitu terus... Berencana naik Taxi, akhirnya gak jadi, lupa karena apa... Akhirnya naik motor deh... Ternyata pas kita berangkat Hujannya mengguyur dengan Istiqomahnya..... Hadewh...

Akhirnya Sampailah ke Tempat Praktek Pak Dokternya, Di Daerah Cukam Malang, Jl. Juanda... Lumayanlah, Setengah Jam Lebih dikitlah Perjalanan Pake Motor dengan guyuran hujan yang Istiqomah itu plus sempat kebablas dikit...

Tempat Prakteknya benar2 kecil, dan penuh...

Menunggulah kita di luar, sempat ngobrol2 sama bapak2 dan ibu yang mo periksa juga, ternyata mereka datang dari tempat yang lebih faraway ketimbang aku dn istriku, ada yang 1 jam perjalanan, ada yang 1 jam, cuma 5 menit juga ada siy... karena Pak Dokternya ini dulu pernah jdi Dokter di RSI nun jauh dimana gtu saya lupa... Dan hampir semua pasiennya cocok dengan dokter ini... Ketika Pak Dokter ini tidak mengabdi lagi di RS tersebut, pasiennya masih tetep kemanapun sang Dokter berada akan tetap dijabanin....

Ketika Saya sudah duduk dekat Ruang Periksanya, memang dari dalam Pasiennya selalu tertawa2... Keluar dari Tempat Periksa dalam keadaan senang dan Antusias...

Akhirnya tibalah waktunya Istriku masuk untuk diperiksa dan saya temenin, begitu saya masuk... Saya memang langsung simpati dengan Dokter ini, sangat ramah, kebapakan, dan lucu... Wajar kalo nenek2 yang tdi periksa sebelum Istriku tadi itu sampe ketawa-tawa, karena saya dan Istrikupun juga tertawa2... Sangat hangat dan Friendly...

Well, Alhamdulilah Istri saya sudah sembuh...

Tapi yang ingin saya sampaikan disini adalah, di profesi apapun, Human Touch itu sangat perlu... Karena semesin dan seduit apapun kita tempat bekerja sentuhan-sentuhan kemanusiaanlah yang akan membuat kita itu dicintai dan akan selalu diingat... Orang boleh jadi gak terlalu suka atau biasa saja atas produk kita, tetapi ketika orang sudah suka sama kita, orang pasti akan tetap membeli produk kita...

Apalagi kalo kerja/usaha kita terkait dengan pelayanan yang mengharuskan kita facing human everyday....

Saya yakin dari crita yang saya sampaikan di atas pembaca sudah bisa mengambil pelajaran...
Jadi saya gak usah terlalu banyak menyimpulkan kayaknya ya...

Oiya, Dokternya Bernama Saleh Soerjo...

Ini Papan Nama Tulisannya...
Ini Sosok Fisik ketika sakit dari Istri saya yang malang itu...
Ini yang nungguin...
Dan ini.....
Hmmm.... Kayak gak ada yang Sakit ya, he2...

26/11/2011 09.50 AM
-Ditulis di Kenanga Indah 10, pake Modem Smartfren Baru, he2... Penting gak sih-

Rabu, 23 November 2011

Kisah Pegawai Hotel yang Baik Hati

Suatu malam ada seorang pria tua dengan istrinya memasuki sebuah lobi hotel kecil di Philadelphia.

"Semua hotel besar di kota ini telah terisi, bisakah kau memberi kami satu kamar saja?" kata pria tua itu.

Pegawai hotel menjawab "Semua kamar telah penuh karena ada 3 event besar yang bersamaan diadakan di kota ini, tapi saya tidak dapat menyuruh pasangan yang baik seperti Anda untuk berhujan-hujan di luar sana pada pukul satu dini hari seperti ini. Bersediakah anda berdua tidur di kamar saya?"

Keesokan harinya pada saat membayar tagihan, pria tua itu berkata pada si pegawai hotel "Kamulah orang yang seharusnya menjadi bos sebuah hotel terbaik di USA, karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan hati yg mau melayani, munggkin suatu hari saya membangunkan sebuah hotel untukmu".

Pegawai hotel itu hanya tersenyum lebar melupakan kata-kata pria tua itu, karena dia pikir dirinya hanya seorang pegawai biasa.

Kira-kira dua tahun kemudian, dia menerima surat yang berisi tiket ke New York permintaan agar dia menjadi tamu pasangan tua tersebut.

Setelah berada di New York, pria tua tersebut mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan antara Fifth Avenue Thirty Fourth Street, dimana dia menunjuk sebuah bangunan baru yg luar biasa megah dan mengatakan "Itulah hotel yang saya bangun untuk kamu kelola".

Pegawai hotel itu adalah George Charles Boldt, yang menerima tawaran William Waldorf Astor, si pria tua itu untuk menjadi pimpinan dari hotel Waldorf-Astoria, yang merupakan hotel terbaik di dunia.

Ternyata sikap kita dlm bekerja sangat menentukan keberhasilan kita. Bila kita bekerja hanya untuk mencari uang semata, maka karir/hasil yang kita peroleh akan biasa saja. Namun jika kita bekerja dengan hati yg mau melayani orang lain, dengan motivasi bahwa pekerjaan kita harus menjadi berkah buat orang lain, maka kita akan memperoleh hasil yang luar biasa !!!


Ini Gambar Dari William Waldorf Astor, Orang Tua yang menginap itu...

Dan Ini Gambar dari George Charles Boldt, Pegawai Hotel Yang baik hati itu... BTW kok lebih tua Pelayannya ya :-)