Selasa, 15 Mei 2012

About Death...




Tragedi Sukhoi di Gunung Salak...

Hampir semua pemberitaan media massa dan elektronik kita mengkabarkan berita tersebut.  Sangat tragis memang peristiwa ini.  Kok bisa-bisanya Pesawat Sukhoi yang konon terkenal canggih itu bisa mengalami peristiwa naas seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu itu.  

Sangat naas sekali hingga muncul gambar beredar di social media sesuatu yang konon merupakan potongan-potongan mayat dar korban kecelakaan tersebut.  Truly Desperately falls into pieces...

Innalillahiwa inna ilaihi rajiun...

Kematian memang sesuatu yang sangat misteri.  No one can guess and know them.  Kecuali Death Note ada beneran di dunia ini (Ngayal...) Itu aja di akhir ceritanya si Light Yagami (Tokoh utama di Film Jepang Death Note) kena juga dia ketulis di Death Note dan kemudian dia: Death.


Bagi yang belum Tahu Death Note, Death Note merupakan film jepang yang keureeen buanguet... inti ceritanya ada sebuah buku bernama Death Note, buku ini jatuh dari Alam Lain.  Dan kalo kita nulis nama seseorang di Buku itu, (kalo gak salah) dalam waktu 1 x 24 jam seseorang itu akan meninggal.  Cara meninggalnyapun by request, misal : Si X Meninggal karena menabrak Pohon Lombok, ya Si X bakal bener2 meninggal karena menabrak pohon lombok.  Tapi kalo cara kematiannya tidak ditulis, maka Si X akan meninggal karena serangan jantung.

But there is no such thing like that in this world.

Kematian Bu Menkes kitapun juga cukup mengejutkan, meski diakhir2 sebelum beliau meninggal memang beliau sempat Kritis.  Tapi seorang dokter yang sangat pintar, yang tentunya mengetahui apa yang baik dan apa yang tidak baik untuk kesehatannya, ternyata meninggalnya beliau  dengan mengidap penyakit yang banyak diidap oleh orang-orang yang mengabaikan kesehatannya.  Begitulah dunia ini berjalan, tidak ada yang benar-benar pasti selain ketidakpastian. 


Ada juga kematian beberapa atlet  seperti pemain sepak bola dan cabang-cabang lainnya yang secara tidak sengaja saya ketahui di pemberitaan-pemberitaan televisi akhir-akhir ini.   Salah satu kematian juga yang paling mengejutkan adalah mungkin Kematian Dari Adjie Massaid.  Setau saya Adjie Massaid adalah aktor yang sangat atletis yang bahkan cukup menjadi icon hidup sehat di Indonesia.  Dia rajin berolahraga menjaga kesehatan, dsb. Adjie Massaid meninggal setelah dia bermain Futsal, aktivitas yang seharusnya membuat dia hidup sehat hingga kemudian bisa hidup lebih lama.

Hingga kemudian bisa kita ambil hikmah bahwasanya Kematian adalah benar-benar misteri.  Orang sehat tidak berarti dia akan hidup lebih lama, orang yang tahu kesehatanan juga tidak berarti akan tahu bagaimana menjaga dirinya agar hidup sehat dan kemudian dia bisa hidup lebih lama. Tapi Tentunya tetap kita harus berikhtiar menjaga kesehatan kita.  Tahu bagaimana menjaga kesehatan dan melakukan upaya penjagaan kesehatan. Tapi itu tidak berkorelasi  positif langsung dengan kesakitan, even kematian.  Kita berolahraga, menjaga kesehatan adalah agar kita bisa beraktivitas dengan lebih baik.  kita menjaga makanan kita, agar kita juga bisa meningkatkan kualitas hidup kita untuk kemudian bisa beraktivitas dengan lebih baik. 

Karena tidak terlalu adanya korelasi antara kematian dengan apapun, setidaknya ini selalu menjadi wake up call bagi kita agar kita selalu mawas diri dan menjaga diri dan tidak terlalu rakus dalam kehidupan ini.  Sewibawa apapun SBY, sepintar apapun Habibie, secerdas apapun Jusuf Kalla jelas semuanya akan mengalami kematian.  Dan orang mati itu hanya akan menempati lahan 2x1 M, hal ini juga berlaku bagi Pebisnis properti yang propertinya dimana-mana dan gede-gede. 

Just act as best as we can as human,  as An Almighty God’s creature...

Coz we just life once....

And all of us, will be death nomatter when that will be happened...

Senin, 07 Mei 2012

Sekali lagi tentang Menulis...


Ada dua waktu ketika kita bisa benar-benar nulis...

Satu, saat kita dikejar-kejar deadline, itulah kenapa the power of kepepet tidak hanya berlaku dalam motivasi bisnis saja.  Motivasi menulispun butuh the power of kepepet.  Memang benar sekali keadaan terpepet adalah keadaan yang bisa ‘menghidupkan’.  Dalam banyak hal ternyata, termasuk dalam hal tulis menulis juga.

Dua, saat kita berada dalam kondisi yang kita tidak bisa kemana-mana, dan melakukan yang lain juga sudah enggan bagi kita untuk melakukannya, dan kita punya cita-cita menghasilkan sejumlah tulisan dalam kurun waktu tertentu.  Yup, itulah satu waktu lainnya yang kita bisa bener-bener nulis.  Setidaknya inilah yang melatarbelakangiku menulis tulisan ini.  Hujan sedemikian derasnya.  Ngerjain kerjaan kantor udah mentok.  Browsing2 juga gak ada ide.  Ngerjain PR kuliah masih ngumpulin semangat.  Disisi lain punya target nulis, jadinya : Nulis deh...

Setelah membaca dan melakukan 80 % membuat proposal hidup sebagaimana yang diinstruksikan dalam buku “tuhan inilah proposal hidupku”-nya Bang Jamil Azzaini, salah satu dari banyak hal yang saya tuliskan dalam target  triwulan-an adalah membuat 30 tulisan dalam waktu 3 bulan.  Kalo diitung, berarti tiap bulan harus bikin 10 tulisan.  Satu bulan 30 hari, berarti tiap 3 hari sekali harus bikin tulisan.  ITU HARUSNYA... BTW sekarang udah tanggal 7, dan aku baru bikin target triwulannya hari ini yang tanggal 7 ini, 30-7= 23, berarti dalam 2,3 hari satu buah tulisan harus keluar, apapun itu...

Sebenarnya niatan menulis udah lama, entah berapa puluh ide yang hilang dan terlupakan begitu saja gara2 kemalasanku untuk menulis.  Padahal jujur menulis bagi saya bisa menjadi terapi tersendiri dalam menata pikiran.  Karena saya orang melankolis, yang kebetulan juga penampakannya sanguinis, jadinya menulis bagi saya adalah sesuatu yang membebaskan yang seharusnya tidak membebankan dan bisa menjadi sesuatu yang bisa menjadi sarana bagi saya untuk bisa lebih menjadi manusia seutuhnya... Halah...

Ya, semoga momentum bikin Proposal hidup ini bisa meng-istiqomah-kan alias meng-kontinyu-kan diri untuk terus menulis sebagai wujud mencurahkan perasaan, tidak dengan membanting piring atau gelas, hehe2.... Makanya tulisannya gak saya simpen, saya posting di Blog, saya promokan di Fesbuk dan Twitter, kali aja.... ada yang mbaca dan baik hati ngasih semangat buat nulis terus...

Hehehe !!!

Ayo kita menulis...