Selasa, 06 April 2010

Tentang Pendidikan Kita

Tulisan ini saya dapat dari sebuah milis, saya sempat tertegun membacanya...
Selamat Membaca...

Di tengah-tengah hutan belantara Sumatera berdirilah sebuah sekolah untuk para binatang dengan status “disamakan dengan manusia”, sekolah ini dikepalai oleh seorang manusia. Karena sekolah tersebut berstatus “disamakan”, maka tentu saja kurikulumnya juga harus mengikuti kurikulum yang sudah standar dan telah ditetapkan untuk manusia.

Kurikulum tersebut mewajibkan bahwa untuk bisa lulus dan mendapatkan ijazah ; setiap siswa harus berhasil pada lima mata pelajaran pokok dengan nilai minimal 8 pada masing-masing mata pelajaran. Adapun kelima mata pelajaran pokok tersebut adalah; Terbang, Berenang, Memanjat, Berlari dan Menyelam.

Mengingat bahwa sekolah ini berstatus “Disamakan dengan manusia”, maka para binatang berharap kelak mereka dapat hidup lebih baik dari binatang lainya, sehingga berbondong-bondongl ah berbagai jenis binatang mendaftarkan diri untuk bersekolah disana; mulai dari; Elang, Tupai, Bebek, Rusa dan Katak.

Proses belajar mengajarpun akhirnya dimulai, terlihat bahwa beberapa jenis binatang sangat unggul dalam mata pelajaran tertentu; Elang sangat unggul dalam pelajaran terbang; dia memiliki kemampuan yang berada diatas binatang-binatang lainnya dalam hal melayang di udara, menukik, meliuk-liuk, menyambar hingga bertengger di dahan sebuah pohon yang tertinggi.

Tupai sangat unggul dalam pelajaran memanjat; dia sangat pandai, lincah dan cekatan sekali dalam memanjat pohon, berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Hingga mencapai puncak tertinggi pohon yang ada di hutan itu.

Sementara bebek terlihat sangat unggul dan piawai dalam pelajaran berenang, dengan gayanya yang khas ia berhasil menyebrangi dan mengitari kolam yang ada didalam hutan tersebut.

Rusa adalah murid yang luar biasa dalam pelajaran berlari; kecepatan larinya tak tertandingi oleh binatang lain yang bersekolah di sana . Larinya tidak hanya cepat melainkan sangat indah untuk dilihat.

Lain lagi dengan Katak, ia sangat unggul dalam pelajaran menyelam; dengan gaya berenangnya yang khas, katak dengan cepatnya masuk kedalam air dan kembali muncul diseberang kolam.

Begitulah pada mulanya mereka adalah murid-murid yang sangat unggul dan luar biasa dimata pelajaran tertentu. Namun ternyata kurikulum telah mewajibkan bahwa mereka harus meraih angka minimal 8 di semua mata pelajaran untuk bisa lulus dan mengantongi ijazah.

Inilah awal dari semua kekacauan.itu; Para binatang satu demi satu mulai mempelajari mata pelajaran lain yang tidak dikuasai dan bahkan tidak disukainya.

Burung elang mulai belajar cara memanjat, berlari, namun sayang sekali untuk pelajaran berenang dan menyelam meskipun telah berkali-kali dicobanya tetap saja ia gagal; dan bahkan suatu hari burung elang pernah pingsan kehabisan nafas saat pelajaran menyelam.

Tupaipun demikian; ia berkali-kali jatuh dari dahan yang tinggi saat ia mencoba terbang. Alhasil bukannya bisa terbang tapi tubuhnya malah penuh dengan luka dan memar disana-sini.

Lain lagi dengan bebek, ia masih bisa mengikuti pelajaran berlari meskipun sering ditertawakan karena lucunya, dan sedikit bisa terbang; tapi ia kelihatan hampir putus asa pada saat mengikuti pelajaran memanjat, berkali-kali dicobanya dan berkali-kali juga dia terjatuh, luka memar disana sini dan bulu-bulunya mulai rontok satu demi satu.

Demikian juga dengan binatang lainya; meskipun semua telah berusaha dengan susah payah untuk mempelajari mata pelajaran yang tidak dikuasainya, dari pagi hingga malam, namun tidak juga menampakkan hasil yang lebih baik.

Yang lebih menyedihkan adalah karena mereka terfokus untuk dapat berhasil di mata pelajaran yang tidak dikuasainya; perlahan-lahan Elang mulai kehilangan kemampuan terbangnya; tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat lagi berenang dengan baik, sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek-robek karena terlalu banyak berlatih memanjat. Katak juga tidak kuat lagi menyelam karena sering jatuh pada saat mencoba terbang dari satu dahan ke dahan lainnya. Dan yang paling malang adalah Rusa, ia sudah tidak lagi dapat berlari kencang, karena paru-parunya sering kemasukan air saat mengikuti pelajaran menyelam.

Akhirnya tak satupun murid berhasil lulus dari sekolah itu; dan yang sangat menyedihkan adalah merekapun mulai kehilangan kemampuan aslinya setelah keluar dari sekolah. Mereka tidak bisa lagi hidup dilingkungan dimana mereka dulu tinggal, ya.... kemampuan alami mereka telah terpangkas habis oleh kurikulum sekolah tersebut. Sehingga satu demi satu binatang-binatang itu mulai mati kelaparan karena tidak bisa lagi mencari makan dengan kemampuan unggul yang dimilikinya. .

Tidakkah kita menyadari bahwa sistem persekolahan manusia yang ada saat inipun tidak jauh berbeda dengan sistem persekolahan binatang dalam kisah ini. Kurikulum sekolah telah memaksa anak-anak kita untuk menguasai semua mata pelajaran dan melupakan kemampuan unggul mereka masing-masing. Kurikulum dan sistem persekolahan telah memangkas kemampuan alami anak-anak kita untuk bisa berhasil dalam kehidupan menjadi anak yang hanya bisa menjawab soal-soal ujian.


Akankah nasib anak-anak kita kelak juga mirip dengan nasib para binatang yang ada disekolah tersebut?

Bila kita kaji lebih jauh produk dari sistem pendidikan kita saat ini bahkan jauh lebih menyeramkan dari apa yang digambarkan oleh fabel tersebut; bayangkan betapa para lulusan dari sekolah saat ini lebih banyak hanya menjadi pencari kerja dari pada pencipta lapangan kerja, betapa banyak para lulusan yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang digelutinya selama bertahun-tahun, sebuah pemborosan waktu, tenaga dan biaya. Betapa para lulusan sekolah tidak tahu akan dunia kerja yang akan dimasukinya, jangankan kemapuan keahlian, bahkan pengetahuan saja sangatlah pas-pasan, betapa hampir setiap siswa lanjutan atas dan perguruan tinggi jika ditanya apa kemampuan unggul mereka, hampir sebagian besar tidak mampu menjawab atau menjelaskannya.

Begitupun setelah mereka berhasil mendapatkan pekerjaan, berapa banyak dari mereka yang tidak memberikan unjuk kerja yang terbaik serta berapa banyak dari mereka yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaanya.

Belum lagi kita bicara tentang carut marut dunia pendidikan yang kerapkali dihiasi tidak hanya oleh tawuran pelajar melainkan juga tawuran mahasiswa. Luar biasa “Maha Siswa” julukan yang semestinya dapat dibanggakan dan begitu agung karena Mahasiswa adalah bukan siswa biasa melainkan siswa yang “Maha”. Namun nyatanya ya Tawuran juga. Masihkah kita bisa berharap dari para pelajar kita yang seperti ini. Dan seperti apa potret negeri kita kedepannya dengan melihat potret generasi penerusanya saat ini?

Apa yang menjadi biang keladi dari kehancuran sistem pendidikan di negeri ini...?
1. Sistem yang tidak menghargai proses
Belajar adalah proses dari tidak bisa menjadi bisa. Hasil akhir adalah buah dari kerja setiap proses yang dilalui. Sayangnya proses ini sama sekali tidak dihargai; siswa tidak pernah dinilai seberapa keras dia berusaha melalui proses. Melainkan hanya semata-mata ditentukan oleh ujian akhir. Keseharian siswa dalam belajar tidak ada nilainya, jadi wajar saja apa bila suatu ketika ada siswa yang berkata bahwa yang penting ujian akhir bisa, gak perlu masuk setiap hari.

2. Sistem yang hanya mengajari anak untuk menghafal bukan belajar dalam arti sesunguhnya

Apa beda belajar dengan menghafal; Produk dari sebuah pembelajaran kemampuan atau keahlian yang dikuasai terus menerus. Contoh yang paling sederhana adalah pada saat anak belajar sepeda. Mulai dari tidak bisa menjadi bisa, dan setelah bisa ia akan bisa terus sepanjang masa. Sementara produk dari menghafal adalah ingatan jangka pendek yang dalam waktu singkat akan cepat dilupakan. Perbedaan lain bahwa belajar membutuhkan waktu lebih panjang sementara menghafal bisa dilakukan hanya dalam 1 malam saja.

Padahal pada hakekatnya Manusia dianugrahi susunan otak yang paling tinggi derajadnya dibanding mahluk manapun didunia. Fungsi tertinggi dari otak manusia tersebut disebut sebagai cara berpikir tingkat tinggi atau HOT; yang direpresentasikan melalui kemampuan kreatif atau bebas mencipta serta berpikir analisis-logis; sementara fungsi menghafal hanyalah fungsi pelengkap. Keberhasilan seorang anak kelak bukan ditentukan oleh kemampuan hafalannya melainkan oleh kemampuan kreatif dan berpikir kritis analisis.

3. Sistem sekolah yang berfokus pada nilai
Nilai yang biasanya diwakili oleh angka-angka biasanya dianggap sebagai penentu hidup dan matinya seorang siswa. Begitu sakral dan gentingnya arti sebuah nilai pelajaran sehingga semua pihak mulai guru, orang tua dan anak akan merasa rasah dan stress jika melihat siswanya mendapat nilai rendah atau pada umumnya dibawah angka 6 (enam).

Setiap orang dikondisikan untuk berlomba-lomba mencapai nilai yang tinggi dengan cara apapun tak perduli apakah si siswa terlihat setangah sekarat untuk mencapainya. Nyatanya toh dalam kehidupan nyata, nilai pelajaran yang begitu dianggung-anggungka n oleh sekolah tersebut tidak berperan banyak dalam menentukan sukses hidup seseorang. Dan lucunya sebagian besar kita dapati anak yang dulu saat masih bersekolah memiliki nilai pas-pasan atau bahkan hancur, justru lebih banyak meraih sukses dikehidupan nyata.

Mari kita ingat-ingat kembali saat kita masih bersekolah dulu; betapa bangganya seseorang yang mendapat nilai tinggi dan betapa hinanya anak yang medapat nilai rendah; dan bahkan untuk mempertegas kehinaan ini, biasanya guru menggunakan tinta dengan warna yang lebih menyala dan mencolok mata.

Sementara jika kita kaji lagi; apakah sesungguhnya representasi dari sebuah nilai yang diagung-agungkan disekolah itu...? Nilai sesungguhnya hanyalah representasi dari kemampuan siswa dalam “menghapal” pelajaran dan terkadang ada juga “subjektifitas” guru yang memberi nilai tersebut terhadap siswanya.

Meskipun kerapkali guru menyangkalnya, cobalah anda ingat-ingat; berapa lama anda belajar untuk mendapatkan nilai tersebut; apakah 3 bulan...? 1 bulan..? atau cukup hanya semalam saja..? Kemudian coba ingat-ingat kembali, jika dulu saat bersekolah, ada diantara anda yang pernah bermasalah dengan salah seorang guru; apakah ini akan mempengaruhi nilai yang akan anda peroleh..?

Jadi mungkin sangat wajar; meskipun kita banyak memiliki orang “pintar” dengan nilai yang sangat tinggi; negeri ini masih tetap saja tertinggal jauh dari negara-negara maju. Karena pintarnya hanya pintar menghafal dan menjawab soal-soal ujian.

4. Sistem pendidikan yang Seragam-sama untuk setiap anak yang berbeda-beda

Siapapun sadar bahwa bila kita memiliki lebih dari 1 atau 2 orang anak; maka bisa dipastikan setiap anak akan berbeda-beda dalam berbagai hal. Andalah yang paling tahu perbedaan-perbedaan ya. Namun sayangnya anak yang berbeda tersebut bila masuk kedalam sekolah akan diperlakukan secara sama, diproses secara sama dan diuji secara sama.

Menurut hasil penelitian Ilmu Otak/Neoro Science jelas-jelas ditemukan bahwa satiap anak memiliki kelebihan dan sekaligus kelemahan dalam bidang yang berbeda-beda. Mulai dari Instingtif otak kiri dan kanan, Gaya Belajar dan Kecerdasan Beragam. Sementara sistem pendidikan seolah-oleh menutup mata terhadap perbedaan yang jelas dan nyata tersebut yakni dengan mengyelenggaraan sistem pendidikan yang sama dan seragam. Oleh karena dalam setiap akhir pembelajaran akan selalu ada anak-anak yang tidak bisa/berhasil menyesuaikan dengan sistem pendidikan yang seragam tersebut.

5. Sekolah adalah Institusi Pendidikan yang tidak pernah mendidik
Sekilas judul ini tampaknya membingungkan; tapi sesungguhnya inilah yang terjadi pada lembaga pendidikan kita.

Apa beda mendidik dengan mengajar...?

Ya.. tepat!, mendidik adalah proses membangun moral/prilaku atau karakter anak sementara mengajar adalah mengajari anak dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak bisa menjadi bisa.

Produk dari pengajaran adalah terbangunnya cara berpikir kritis dan kreatif yang berhubungan dengan intelektual sementara produk dari pendidikan adalah terbangunnya prilaku/akhlak yang baik.

Ya..! memang betul dalam kurikulum ada mata pelajaran Agama, Moral Pancasila, Civic dan sebagainya namun dalam aplikasinya disekolah guru hanya memberikan sebatas hafalan saja; bukan aplikasi di lapangan. Demikian juga ujiannya dibuat berbasiskan hafalan; seperti hafalan butir-butir Pancasila dsb. Tidak berdasarkan aplikasi siswa dilapangan seperti praktek di panti-panti jompo; terjun menjadi tenaga sosial, dengan sistem penilaian yang berbasiskan aplikasi dan penilaian masyarakat (user base evaluation).

Bayangkan pernah ada suatu ketika sebuah sekolah SD yang gedungnya bersebelahan dengan rumah penduduk, dan saat itu mereka sedang belajar tentang pendidikan moral, sementara persis di sebelah sekolah tersebut sedang ada yang meninggal dunia, namun anehnya tak ada satupun dari sekelah tersebut yang datang mengirim utusan untuk berbela sungkawa di rumah tersebut. Alih-alih sekolahnya malah ribut sehingga ketua RW setempat sempat menegur pihak sekolah atas kejadian tersebut.

Mungkin wajar saja jika anak-anak kita tidak pernah memiliki nilai moral yang tertanam kuat di dalam dirinya; melainkan hanya nilai moral yang melintas semalam saja dikepalanya dalam rangka untuk dapat menjawab soal-soal ujian besok paginya.

Artikel ini di ambil dari Tulisan Dr. Thomas Amstrong, pemerhati dan praktisi Pendidikan Berbasis Multiple Intelligence dari AS, yang dibuat sekitar tahun 1990an dan telah disesuaikan dengan konteks Indonesia saat ini.

Mari kita renungkan bersama dengan hati dan nurani kita yang terdalam dan mari kita ambil hikmahnya.

Sumber: Buku Ayah Edy Judul: I love you Ayah, Bunda Penerbit: Hikmah, Mizan Group

Senin, 29 Maret 2010

Tips mengatasi Kaki pegal

Setelah seharian anda bekerja pastinya anda akan merasa lelah, apalagi jika anda wanita yang suka memakai sepatu hak tinggi dan suka dengan jalan-jalan atau mungkin laki-laki/wanita yang habis tracking di jalanan yang tidak manusiawi...

Pastinya kaki anda akan terasa lelah sekali dan pegal-pegal. Anda tidak usah khawatir dengan masalah itu.

Pertama-tama ambil baskom dan isi dengan air hangat setengahnya saja, kemudian beri garam sebanyak genggaman tangan anda ke dalam baskom yang sudah berisi air hangat.

Masukan kedua kaki anda ke dalam baskon tersebut, jika anda punya kelereng coba tambahkan beberapa butir kedalam baskom tersebut. Kemudian putar-putar kaki anda di atas kelereng selama 30 menit.

Lakukan setiap hari setelah sehari anda beraktifitas agar rasa pegal dan capek di kaki anda hilang.

Sumber : www.rmblitz.com

Minggu, 28 Maret 2010

APRIL MOP

Pada tanggal 1 April
orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain
April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol
oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan
Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan
walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.


Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop, yang hanya berlaku pada tanggal 1 April, adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orang tua, saudara, atau sejenisnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop.

Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.
Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Tahukah anda, bahwa perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan ???

April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487, atau bertepatan dengan 892 H. Sejak dibebaskan Islam pada abad ke- 8M oleh Panglima Thariq bin Ziyad,Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur.

Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan.
Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal.
Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai Pasukan Salib . Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan.
Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan . Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak muslim Granadayang masih bersembunyi di rumah-rumah.

Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granadadan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granadakeluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan Salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka.

Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara Salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib segara membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day).
Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan April Mop sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April itu ???
Semoga membuka mata hati kita & Allah SWT akan menjadi saksi bagi kita semua. Amin.

Senin, 22 Maret 2010

UNTUK CEWEK YANG TERTAWA SEDEMIKIAN KERASNYA...

Tulisan ini aku buat sebagai sebuah pelurusan dari apa yang kayaknya belum terlalu lurus…

Beberap waktu yang lalu aku mengisi materi di suatu tempat di sebuah organisasi, hoho2… berhubung emang dasarnya aku ini orang packaging sanguinis yang likes to talk many thing, saya ‘keprucut’, ehm… ‘keprucut’ tu apa ya bahasa indonesianya? Semacam keceplosan gitu deh… iya, saya keceplosan ngomongin sesuatu mengenai yang aku sukai dan gak aku sukai. Lupa kronologisnya seperti apa yang jelas aku kmudian ngomong kalo aku gak seneng banget sama cewek yang ketawanya keras2… dan konon nih, ada beberapa yang merasa tersungging dengan omonganku ini, karena merasa ketawanya keras kali ya… soalnya aku sendiri juga gak tau ketawanya yang tersinggung ni kayak gimana, I don’t even know how they laugh !!!

Mengenai cewek dengan ketawa keras ini aku punya kesan tersendiri… sebenarnya gak Cuma ketawa aja sih, buat cewek yang speakernya kekencengen secara umum aku punya kesan tersendiri mengenainya, dan kesannya adalah : buruk… aku sendiri jijay juga kalo ngliat cewek yang ketawanya dibuat2 lemah lembut-nya, aku punya teman yang kalo ketawanya di-lemah gemulai-kan dengan lebay-nya, inipun juga parah banget… not better-lah… tapi bukan berarti cewek dengan speaker kekencengan juga better !

Pas MABA dulu aku di-OSPEK dan ada sebuah divisi namanya TERRA, ini divisi khusushon buat mbentak2 dan marah2in MABA, di divisi itu ada seorang Mbak2 yang kalo ngomong selalu pake speaker keras2 hingga volume maksimal, sehingga pas mbak itu ngomong bukanya aku nutup kuping tapi langsung deh aku merasa bulu kuduk ini meremang… dan pas taun berikutnya, si mbak ini tetep jadi TERRA dengan tetap mengandalkan suaranya yang treble abis itu, hingga kemudian OSPEK 2007 di ekonomi meniadakan divisi TERRA berakhir pulalah karir politik mbak yang I don’t even know her name (emang ga pengen tau juga sih…) entah dirinya udah gak kepake (coz hanya itu yang dia punya) ato emang mbaknya dah terlalu tua sehingga harus lulus atau terancam bereputasi buruk di dunia akademik.

Saya juga pernah mendapati seorang perempuan (kalo dia perempuan, suaranya mirip perempuan sih) yang ketawanya keras banget, waktu itu aku ada di Aula gedung D FE UB, saat itu terdengar sebuah ketawa yang membahana dari luar, awalnya hanya suara ketawanya yang terdengar, tapi si mbak ini jalan dengan pedenya tetap dengan ketawa-ketiwinya yang menggelegar… saya sampe sekarang gak habis pikir apa yang membua si mbak ini bisa ketawa begitu lama, panjang, dan keras… apa dia sedang ketawa-ketiwi sendiri (berarti gila dong), atau dia saat itu sambil bertelepon ria (kalo toh dia sedang bertelepon seharusnya si lawan bicaranya selaput gendangnya sudah pecah, habis ketawanya keras banget…)

Begitulah pengalamanku dengan cewek2 yang suaranya keras2 gak jelas, kenapa aku bilang gak jelas ? soalnya ada juga cewek yang suaranya keras dan jelas… dan ini malah bagus banget! Misalkan dia anggota paduan suara yang harus bersolois ria, suaranya wajib keras tuh… apalagi kalo dinamikanya fortissimo assai*, ini harus keras banget… tapi tetep bagus dan enak didengar… misalkan juga kalo cewek yang mimpin barisan di OSPEK, kalo ini mah gak bikin bulu kuduk meremang…(meski gak terlalu seneng juga sih… kalo ada cowok ngapain cewek ?) tapi kalo cewek yang ketawa2 gak jelas dan mengeraskan suaranya dengan parahnya? Oke, mungkin dia basic-nya suara keras, tapi come on-lah, kita bisa mengontrol diri kita sendirikan? Kencing dan berak aja kita bisa nahan, masa ngontrol suara aja gak bisa ?

Untuk para perempuan yang tertawa dengan speaker maksimal, ketidak sukaan saya itu bukan tanpa alasan, dan percayalah ini untuk kebaikan anda juga… sepengobrolan saya dengan beberapa pria terhormat dan terpelajar, mereka juga tidak menyukai perempuan yang tertawa ngakak bin keras… ketika melihat seorang perempuan seorang pria biasa memberikan kesan pertama, kesan kedua diperoleh dari attitude si cewek, kalo attitude-nya positif kesannya semakin baik, kalo atiitutude-nya negative maka akan mengurangi ‘nilai’ si cewek… dan ketawa ngakak bin keras adalah sesuatu yang akan mengurangi ‘nilai’ itu…

Dan sekali lagi buat yang ngerasa tersungging atau tersindir, sekali lagi aku gak bermaksud menyindir langsung tunjuk orang, misalkan kamu atau kamu…, tapi setidaknya kalo ngerasa tersindir berarti semoga kamu ngerasa kalo sebenarnya yang kayak begituan itu kalo orang jawa bilang ‘kurang pathut’, kalo dah tau ‘kurang pathut’ kurang pantes ! so ngapain diulangi lagi ? aku hanya mengomongkan beberapa perempuan yang kurang bisa menjaga kehormatan dirinya dengan mengumbar suara dan tawanya dengan hebohnya… dan aku hanya berharap itu bukan kamu ataupun kamu…

*) = fortissimo asai adalah salah satu tanda dinamik pada lagu. Tanda dinamik adalah tanda untuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Fortissimo assai berarti sekeras mungkin, bahkan saking kerasnya sampe selevel lagi suara kita minta dikerasin udah gak bisa lagi coz itu adalah suara paling keras yang bisa kita keluarkan...

CATATAN HARIAN SEORANG JOBSEEKER –Part 1: Lagi Seneng

Sebenarnya ini unplannable story Cuma berhubung aku lagi seneng, jadinya pengen nulis aja…

Aku seneng karena 3 hal, pertama akhirnya aku berhasil meng-upload tulisanku 'catatan harian jobseeker : sebuah pengantar' baik itu di blog maupun di notes fesbuk, dan yang bikin aku seneng lagi adalah kurang dari 15 menit sudah ada temen2 yang meng-comment tulisanku, yang intinya mendukung untuk dilanjutkannya tulisan2ku, saat ini ditulis posisiku lagi offline, entah berapa orang yang meng-comment tulisanku sampai detik ini, pasti udah banyak banget (cie,.. GR, jangan2 gak ada lagi yang comment, hoho2… ) aku lagi offline gara2 IM2 akhir2 ini rada ribet ngisinya sehingga mengaibatkan aku sukses lbih dari 2 minggu tidak bisa online di rumah, aku pengen ganti provider lain, tapi sampe searang belum sempat aja ngurus2…

Kedua, aku lagi seneng karena meskipun cuaca di luar hujannya tadi sangat maksimalis dan sekarang menjadi minimalis sehingga redanya rada lama aku berhasil tidak terpengaruh dengan cuaca ini dan tetap semangat dan antusias dalam beraktivitas, ini bikin aku senang, karena aku biasanya termasuk orang yang gampang kepengaruh, kalo cuaca begini dikit pengennya begitu aja, kalo cuaca begitu dikit, pengennya begini aja, tapi yang jelas meskipun saat ini hujan sukses membuat jaket dan celanaku lembab2 gak jelas, menyebabkan sandal dan keset kamarku basah sebasah2nya, dan menyebabkan lantai depan kamarku licin becek gak pake ojek aku masih bisa merasakan hatiku bernyanyi-nyanyi lagu 'dudidam'-nya enno lerian

Ketiga, aku lagi seneng karena…. Hmmm, karena apa ya… aku merasa sangat bergairah aja menjalani hidup… aku merasa aku adalah orang yang sangat beruntung, padahal sebenarnya saat ini banyak masalah dan banyak kerjaan yang kudu aku lakuin…. Tapi entah kenapa aku merasa bahagia aja... Yang jelas, dalam hidup ini aku emang gak selalu ngedapetin apa yang aku pengen (pada saat itu), hingga pada suatu waktu aku kemudian benar-benar mendapatkannya dan ketika coba direnungkan kembali ternyata saat mendapatkan itu merupakan memang saat yang paling tepat untk mendapatkannya, senang banget rasanya… Yeah, that’s my feeling right now… kalian pernah ngerasa kayak gitu? Nyenengin bangetkan ya :-)

Sehingga mumpung lagi seneng aku harus segera menumpahkan perasaan ini dalam tulisan, yah… langsung aja aku jadikan sebagai part one dari tulisan2ku dalam serial catatan harian seorang jobseeker ini, dan sebagaimana aku udah dituliskan di atas , This is unplannable, tidak aku rencanakan… aku berencana tulisan ini aku bikin sistematis, tadi pagi aku sempat kepikiran mau menulis mengenai masa kelulusan SMA sebagai part one of this serial, aku pengennnya sistematis, ini dulu baru itu, maklumlah…berdasarkan buku personaliy plus nya Florence Littauer aku ini termasuk orang melankolis koleris jadi pengennya ya serba rapI, terstruktur, sistematis, bla bla..tapi ternyata berhubung packaging-ku sanguinis sepertinya inilah yang saat ini dominan… makanya kalo ada orang yang bilan aku serius, I AM SERIOUS ! orang melankolis , koleris pula… tulisan dalam serial ini rencananya aku buat dan upload seminggu sekali, tapi berhubung lagi seneng, aku nulis lagi aja lanjutannya sekrang, gak kudu nunggu seminggu ,,, makanya dalam tulisan ini yang mungkn ada orang yang ngebaca berharap dapat wawasan ato pencerahan seputar jobseeking (emang ada ya?) ya saya mohon maap, insya Allah tulisan berikutnya aku mo berbagi derita, hehe,,, berbagi cerita seputar itu…

Dalam tulisan ini aku juga pengen mengucapkan terimakashih kepada abid atas the first like this and commentnya, markore a.k.a Rere, dan Rahma sebagai 2 orang yng comment berikutnya… berikutny alagi aku gak tau sapa, coz kan lagi offlline… makasih juga buat editor pertama dan kedua dari catatan yang pertama tadi yakni si jelek akmal dan si endut hakim (hehe)… becnda ya mal, kim… jangan percaya aku sungguh2 mengatakannya, tapi yang harus kalian percaya adalah bahwa aku sangat menyangi kalian, ya… aku sangat menyayangi kalian sebagaimana aku menyayangi koleksi buku dan dvd film jepangku…
Thanks for all guys…

Malang, 18 maret 2010 habis isya’an… eh… ujannya udah reda… alhamdulillah

Rabu, 17 Maret 2010

Catatan Harian Seorang Jobseeker – Sebuah Pengantar

Alhamdulillah akhirnya nulis juga...


Pernah gak sih ngerasain habis makan buanyak banget tapi (maaf) gak bisa dikeluarin? Gak seekstrim itu sih, tapi mirip seperti itulah yang aku rasain, bukan makanan, tapi cerita, hikmah, pengalaman, dsb… apalagi untuk orang tipe ekstrovert seperti aku ini gak bisa kalo gak cerita2 (baca :berbagi hikmah, pengalaman, dll)… bukannya sesumbar, tapi dari hati yang paling dalam aku hanya ingin anda tidak melakukan kesalahan yang pernah aku lakuin (cie… mulia banget ya! Hehe) dan harapannya bisa melakukan beberapa hal baik yang pernah aku lakuin (kalo mau ngelakuin)….

Semua napak tilas, memoar, catatan, atau apapun itulah namanya akan aku tuliskan secara berseri dalam sebuah rangkaian tulisan yang harapanyya bisa kemudian dibukukan, diterbitin oleh penerbit terkenal, lalu kemudian bisa jadi best seller, lalu di-film-kan, kemudian filmnya laris sehingga dapet box office, juga berkualitas sehingga dapet piala citra di FFI sebagai movie of the year, lalu saking berkualitasnya dapet Oscar sebagai best foreign movie di ajang academy award juga diputer di berbagai festival film internasional terkenal seperti salah satunya di Pasadena (hehe, emang bunga)

Sudah lama banget aku plan to write it,tapi ya I am a real planner ! nge-plan terus, bikin rencana terus… tapi Cuma plan doang… makanya aku harus berubah, yeah, I plan to change ! (plan lagi L) I wanna be an executor, not a planner!!! Plan-nya udah kebanyakan ! saatnya dieksekusi !

Sebagai pengantar lagi, buat yang belum kenal aku, belum pernah ketemu, pernah ketemu tapi gak kenal-kenal amat, ato mungkin pernah liat sekali, itupun ngliatnya dari gedung rektorat brawijaya lantai 8 padahal akunya lagi foto2an di tugu yogi that’s what my friend say about the name of the new monument (or whatever it names) in my campus ato mungkin yang pernah dengar2 berita baik atau buruk tentang aku….


Ini Tugu Yogi, bayangkan diriku di balik monumen yang ada jamnya sementara yang ngliat aku di dalam gedung Rektorat, lebih tepatnya ngliatnya dari kaca diatas tulisan Universitas Brawijaya

(Taukan? Taulah...Kalo gak tau nanya...)


Orang mungkin ngira aku orangnya serius, I am serious… aku emang serius… kalo pas serius, tapi yang jelas aku emang terlihat seperti orang serius, pake kacamata, lumayan tebel ! minus 3! Style-ku juga kagak funkeh… biasa aja… gak suka pake jeans ! bukan karena apa sih, Cuma males nyuci sama males berat-nya aja… tapi sebenarnya ya… biasa aja… Cuma mungkin aku kadang suka terlihat mikir… sebenarnya mikir adalah hal yang biasa aja sih, Cuma masalahnya ya casing-nya casing serius jadinya ya seperti terlhat mikir apa gitu… padahal ya mikir yang biasa aja… gak selalu serius, pernah aku disangka mikir apa, padahal aku Cuma mikir makan malam ntar mo beli apa… konon, katanya orang2 aku seperti mikir hal yang berat banget semisal mikirn makannya kaum fakir miskin dan anak terlantar sekota malang, berlebihan…

My Serious Pose


Yang jelas dalam tulisan2 ini aku mau share tntang something called a job ! kenapa job? Karena dengan job kita bisa dapet duit buat melanjutkan kehidupan kita, kenapa job? Karena dengan job kita bisa memperoleh strata tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kalo job kita itu populer di mata warga negara Indonesia pada umumnya sehingga akan menyebabkan kita mudah di pergaulan dan yang terpenting sangat berpengaruh pada proses kelancaran kita untuk menggenapkan separuh agama kita khususon di hadapan Papi dan Mami Calon Mertua nantinya…

Insya Allah Serius...


Kurang lebih saya ada setahun pengalaman yang pengen saya share yang gak melulu msalaha setaunan ini aja, tapi juga lompat2 juga ke waktu yang laen… semoga tulisan saya bermanfaat yang insyaAllah akan saya upload tiap pekan sbelum kemudian akan dibukukan, jadi best seller, lalu dibuat film, lalu…. Halah! Udah ah ! c u next week yach ! Hope u enjoy it !

Selasa, 29 September 2009

Semoga Miyabi tak jadi ke Indonesia

“Atas nama Seni & Kebebasan”

Cuih, saya benar2 muak dengan kata2 itu... secara kata sih mungkin tidak ada masalah, Cuma secara pemakaian setauku kata2 ini digunakan sebagai tameng untuk meng-cover sebuah pornografi & pornoaksi. Masih teringat di kepala saya ketika kata2 ini dijadikan dalih saat ada heboh foto telanjang Anjasmara oleh (kalo gak salah) Darwis Triadi fotografernya. Saat itu Anjasmara dan model cewek yang saya lupa namanya berfoto dengan tema Adam & Hawa. Pikiran mereka Adam & Hawa sebagai the first human of the universe, datang ke bumi dalam keadaan telanjang sebagaimana memang banyak lukisan bertema Adam & Hawa yang memang digambarkan dalam keadaan telanjang. Jadinya karena saat itu Anjas & sang model cewek memerankan Adam & Hawa, ya jadinya mereka telanjang…

Well, it’s several years ago… yang deket2 mungkin ya heboh RUU APP yang ditentang pelaku seni dengan dalih seni & kebebasan bakal terkekang, atau yang lebih ekstrim menggiring bangsa & Negara ini dipaksa untuk mengikuti ajaran agama tertentu which is of course Islam maksudnya… bahkan sampe ada seorang ustadz pendukung RUU APP didatangi oleh sekelompok orang entah itu simpatisan atau sekedar kader dari Partai yang menolak RUU APP di DPR. sekelompok orang ini berkata dengan emosi pada ustadz itu apa dia dengan RUU APP yang didukungnya pengen menjilbabi wanita-wanita di Indonesia, ketika ditanya oleh ustadz itu apa mereka sudah membaca RUU-nya, dengan gugup mereka bilang : Belum. Dengan dalih juga menjaga bhineka tunggal ika RUU APP ini dianggap tidak pas untuk diterapkan di Indonesia, pasalnya ada di Indonesia ini yang memang sampe sekarang memang masih ‘aneh’ baju-nya.

Yang terkini adalah masalah Miyabi yang mo datang ke Indonesia. Sapa sih Miyabi? Entah sayanya yang mungkin kurang wawasan kenusantaraannya ato gimana saya baru tau Miyabi ya pas ada heboh2 dia mo datang ke Indonesia untuk maen film itu. Entah prestasi apa yang dimiliki Miyabi sampe Production House Indonesia membuatkan Film Indonesia yang dibintangi oleh Miyabi. Yang jelas Miyabi tu artis porno Jepang yang penggemarnya di Indonesia banyak. Mungkin itu prestasi yang dimilki, dan pastinya memang itu. Ya untuk memenuhi birahi fans Indonesia Miyabi untuk bisa menikmati bintang pujaannya maen di Film produksi Indonesia. Kan sekarang emang lagi gencar2nya digalakkan gerakan mencintai, memakai, dan menikmati produk Indonesia? Ya sekalian si Miyabi di-indonesia-kan.

Seperti yang dilansir oleh DetikNews, bahwa disitu dikatakan banyak kalangan masyarakat, termasuk para artis dan budayawan menyesalkan larangan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap kedatangan Miyabi ke Indonesia. Sebab Kedatangan Miyabi bukan bermain film porno melainkan film komedi. Saya gak tau mereka itu orang2 yang kurang berpikir jangka panjang ato memang dasarnya mesum kok berfikirnya jangka pendek & pragmatis abis gitu. Seperti yang dikatakan artis Hengky Kurniawan yang dengan pedenya dia ngaku mengoleksi belasan keeping VCD porno yang dibintangi Miyabi dia berkata begini : “Larangan itu kayaknya tidak tepat. Sebab Miyabi datang ke Indonesia untuk main film komedi bukan film porno. Kenapa harus dilarang?” ato juga yang dikatakan Butet Kertaradjasa yang terlepas saya juga mengagumi beberapa performance beliau di Tipi tapi seinget saya dia juga termasuk yang ada di garis depan penolak RUU APP, dia berkata bahwa Menurutnya film yang akandiperankan oleh Miyabi selagi tidak ada unsur pornografinya untuk apa dilarang. Lagi pula, lanjut Butet, masyarakat tidak bisa menolak kedatangan seseorang atas dasar persepsi atau predikat. Ia juga juga tidak setuju jika kehadiran Miyabi dikait-kaitkan dengan penjagaa moral dan akhlak masyarakat. Sebab tanpa kehadiran Miyabi praktek-praktek amoral di Indonesia sudah banyak terjadi. Dia berkata begini : “Tanpa kehadiran Miyabi moral masyarakat kita sudah banyak yang rusak. Jadi tidak tepat kalau melarang Miyabi datang dengan alasan menjaga moral dan nama baik bangsa,”

Fyuh, yang jelas kedatangan Miyabi tentunya akan membawa Multiplier effect bagi bangsa kita tak peduli filmnya itu film komedi ato film religius sekalipun. Yang pertama, klo skarang mungkin yang tau Miyabi hanya sebatas aktivis pecinta film bokep, setelah Miyabi maen film Indonesia, tentunya banyak orang akan tau mengenai Miyabi. Gak masalah kalo sekedar tau aja, tapi kalo mencari tau lebih lanjut? Sampe kemudian Mencari film2 yang dibintangi oleh Miyabi? Gak masalah lagi kalo MIyabinya itu pemain film2 drama yang inspiring ato film action, masalahnya Miyabi ini bintang Film porno… Apa yang seperti ini gak ada kaitannya dengan moral bangsa? Yah semoga si Production House gak Cuma pengen dapetin duit doang dengan mengesampingkan sesamping-sampingnya permasalahan moralitas bangsa ini. Soalnya saya disamping juga ada rasa bangga dan senang tapi juga miris melihat perkembangan film Indonesia yang semakin gak jelas film2nya… perbanyaklah film2 seperti Laskar Pelangi, Merantau, ato Merah Putih. Kalo mo mendatangkan bintang film luar carilah bintang film yang bisa dijadikan teladan bagi para artis ataupun masyarakat Indonesia, gak Cuma sekedar geulis and populer seperti si Miyabi ini misalnya, dah gitu populernya populer mesum lagi… kalo mo ngedatangin bintang jepang yang cakep sekalian aja ngundang Riyo Mori yang kecantikannya sudah mendapat lisensi sejagat raya…

Yah, semoga perfilman Indonesia semakin berkarakter dan berkualitas yang dapat bersinergi dengan pembangunan moralitas bangsa kita…