Kamis, 13 Oktober 2011

Yipie... Akhirnya bisa reset Canon Pixma IP 2770

mau share aja ya gan....

berhubung printer di kantor frekuensi ngeprintya lumayan + juga kertas printnya lumayan tipis (kuitansi2 rangkap yang mudah terzholimi oleh kekuatan printer) akhirnya error-lah printer saya....


contoh yang diprint yang bikin rusak printer tu yang bgini ini gan...

kalo kemaren2 error dikit langsung deh dibawa ke servisan. sampe dulu pernah gan karena panik gak bisa ngeprint, tanpa dicek ini itu langsung dibawa ke servisan, ternyata belum tukang servisnya ngecek, temenku nyadarin ada pensil yang masuk ke tmpt kertasnya... itulah yang bikin gak bisa ngeprint, sebenarnya bukan error ato napa...

nah, brhubung sjak kemaren sore error, cobalah saya googling cara mereset printer canon pixma IP 27700, dan nemu gan !!!

ternyata yang ngalamin beginian gak cuman saya ya.... he2...

dari beberapa tips yang ada, tips inilah yang paling manjur buat saya...

Sumbernya dri sini gan....

pertama download dulu resetternya di sini

Masuk ke Service Mode iP2770 :

1. Printer dalam keadaan mati dan kabel listrik terpasang.
2. Tekan tombol RESUME 2 detik
kemudian tekan tombol POWER sampai lampu hijau nyala (saat menekan tombol POWER, ...tombol RESUME jgn dilepas dulu)
3. Kemudian lepas tombol RESUME, tapi jangan lepas tombol POWER.
4. Sambil tombol POWER masih tertekan, tekan tombol RESUME 5 kali. Led akan menyala bergantian orange hijau dengan nyala terakhir orange. (jangan sampai keliru 4x karena printer akan mati total, tapi sifatnya sementara juga) Kemudian ...
5. Lepaskan kedua tombol bersamaan.
6. Led akan blink sebentar kemudian akan nyala HIJAU.
7. Komputer akan mendeteksi device baru, abaikan saja .....
8. Keadaan ini menunjukkan printer iP2770 dalam keadaan SERVICE MODE dan siap direset.

Kemudian jalankan Resetter iP2770 v1074 nya:
1. Exctract File Resetter iP2770.
2. Siapkan 2 kertas di printer (ini untuk print pada waktu proses reset).
3. Jalankan program Resetter iP2770

Untuk selanjutnya baca langsung aja di sini ya....

Selamat mencobaaaaaaaaaaaaa

Rabu, 28 September 2011

Seputar Membaca dan Menulis - Part-1 InsyaAllah :-)

Aktivitas yang merosot frekuensinya setelah aku kerja kantoran dan kemudian menikah adalah : Membaca dan Menulis

Benar deh, rasa-rasanya tiap melihat rak buku dan meja...

“Whaaa, kapan ya aku bacanya....” Gitu terus...

Maka dari itu ketika beberapa bulan kemaren ada Islamic Book Fair di Malang, saya gak terlalu minat... Tapi... udah beberapa kali Book Fair juga ini sih saya gak terlalu semangat mendatanginya, yha.... karena buku-buku yang lama belum dibaca... saya ingat saya dulu pernah punya aturan, buku yang boleh kupinjamkan adalah buku yang sudah saya baca, berhubung banyak buku yang saya beli dan belum saya baca sampe sekarang, akhirnya, mengingat begitu banyaknya yang mau pinjam (eh gak banyak2 amat juga sih, he2...) jadinya luluh juga deh... tapi ya tetep dibatasilah... dan untungnya niat ini didukung pula dengan menjauhnya diri dari pusat peradaban mahasiswa, sehingga gak banyak yang akhirnya mampir ke rumah kontrakan, gak banyak yang masuk ke kamar, gak banyak yang melihat rak buku, sehingga gak banyak juga yang kemudian mau pinjam...

Yah begitulah,

Sekarang mengenai menulis,

Sebagai orang yang pernah sangat bercita-cita menjadi penulis (bahkan hingga saat ini juga sih sebenarnya, he2... ) setelah sekian lama, alhamdulillah di siang menjelang sore yang sepetinya agak panas ini saya bisa menulis lagi, inipun setelah terpecut liat bagusnya blog teman http://irfanandi08.wordpress.com yang bagus banget, “Whaaaaa, nulis lagi ah...” ini pun saya sempat-sempatkan pas audit visit di tempat saya bekerja, alhamdulillah sepertinya saya termasuk orang yang lumayan bisa multi tasking, sambil nulis ini, sambil lirik-lirik acara auditnya... haha2...

Alhamdulillah Ya....

Bagaimanapun jangan sampailah kita tidak melakukan dua aktivitas ini, yakni : membaca dan menulis... dengan membaca kita bisa melihat dunia, mendapatkan inspirasi, baik itu dari buku motivasi, news, atau novel (Wha.... jadi inget luama buangetz saya gak baca novel) dengan menulis, mmm... yha tentunya kita bisa menyampaikan aspirasi kita, menyampaikan hasrat kita, yang kalo secara dunia nyata tidak akan mungkin bisa untuk tersalurkan semua. Dimana kemudian kita menyalurkannya? Yha di dunia tulis menulis... seperti saat ini... mediapun sekarang juga sangat beragam, ada social media seperti facebook dan blog-blog gratis yang siap menampung sesampah apapun tulisan kita, ups kita? Hoho2... gua kagak yooo.... enak aja tulisan akyu dibilang sampah...

Udah ye, udah adzan Ashar.....

Hope it can be continued, as soon as possible....

Rabu, 28/9/2011

14.45

Rabu, 25 Mei 2011

Sumber Kencono

SUMBER KENCONO, bagi mereka yang suka bepergian Surabaya-Madiun-Solo-Yogya pasti tidak ada yang tidak mengenal nama ini. Kalo toh tidak mengenal, ya berarti dia orang kaya raya yang alergi naek kendaraan yang gak ada AC-nya, ato kalo tidak berarti dia orang penyakitan yang tidak diperkenankan naek kendaraan ekonomi sehingga mendekatinya saja dia tidak diperkenankan. Itulah Sumber Kencono…

Sumber Kencono adalah perusahaan bus yang melayani rute Jawa Timur dan Jawa Tengah (Setahu saya) Dan setahu saya lagi, Sumber Kencono ini melayaninya Cuma kelas ekonomi doang… Dan setahu saya lagi Bus Sumber kencono ini sangat terkenal : KECEPATANNYA… Saya Pernah menempus jarak Surabaya-Surakarta Cuma dalam waktu 4 Jam Saja… Saya sendiri gak tahu rasanya gimana pas menaikinya karena saat itu saya tertidur pulas… tau2 udah mo nyampe Tirtonadi aja… Yang istimewa lagi, saya punya kartu Diskonnya (dulu). kalo gak salah dengan kartu diskon ini kita akan mendapat potongannya antara 4000 ampe 6000….

Saya cukup sering (dulu) ke Solo, secara saya dulu sekolahnya di Solo. selepas lulus setidaknya sekali dua kali saya ke Solo, selain karena ada acara Presentasi Alumni ke adik2 yang duduk di kelas 3 SMA, Reunian, juga untuk Kulakan Batik di Klewer Solo. Begitulah, sambil menyelam, minum air, cari rumput laut. Dan berangkat pulang ke Solo-nya hampir selalu saya menggunakan jasa PO Sumber Kencono. Sebuah Jasa Transportasi yang sejauh ini sukses mengantarkan saya pergi dan pulang kembali dari Solo dan Yogya dengan selamat.

Maka begitu kemudian saya membaca kalau Pakde Karwo mencabut izin usaha dari Bus Sumber Kencono, agak merasa kehilangan juga (Hiks…) Tapi memang saya juga menyesalkan sih Track record dari Bus Sumber Kencono yang karena ‘cepat’nya itu seringkali mengambil korban jiwa… (Hiks Lagi..) Pernah saya ngobrol dengan seorang Supir Travel dan dia mengatakan dengan bangganya kalau dia mantan supir Bus Sumber Kencono. Sepenangkapan saya, merupakan sebuah kebanggaan bagi sopir bus / travel apabila dia pernah menjadi Sumber Kencono... Ketangguhan dan kecepatannya terujilah… Sama seperti yang saya baca di Novel Ketika Cinta Bertasbih, bukan Sopir Truk kalau belum Sopir Truk Pengangkut Ikan…

Yang jelas, kalau toh PO Bus Sumber Kencono bener2 dicabut surat izinnya, saya ucapkan Selamat Tinggal Bus Sumber Kencono, Terima Kasih telah menjadi bagian dari Hidupku selama beberapa Tahun Kemarin (Halah…)

Yang Pasti… Apapun kendaraan yang kita tumpangi… Drive Carefully aja ya…

Mari Kita terapkan Safety Riding… He2…

Maaf ya kalo ada kata yang kurang berkenan... :-)

Minggu, 22 Mei 2011

Bunda Yoyoh Yusroh

Yoyoh Yusroh, saya hanya tahu saja siapa beliau, belum sempat kenal…

Yang saya tahu juga, teman SMA sahabat saya ketika di kuliahan menikah dengan putri dari Ibu 13 putra ini…

Saya pernah melihat secara langsung beliau dalam acara Kampanye Akbar Pilwali Kota Malang Tahun 2008 yang lalu... Kesan saya… Mantap…

Beliau Ibu dari 13 putra, kalo gak all of them ya most of them adalah penghafal Quran… beliau sendiri hafalannya ‘Cuma’ 20 Juz… aktivitas beliau level internasional, anggota dewan juga sejak tahun 1999 (anggota dewan yang dewan ya, bukan yang abal-abal seperti kebanyakan sekarang), dan beliau tidak memiliki khadimat atau pembantu rumah tangga… boro2 babysitter, maid ato butler kagak punya… What Amazing Lady…

Beliau telah berpulang sabtu 21 Mei 2011 kemarin, Allah lebih mencintainya… Dan ini SMS yang beliau kirimkan kepada salah seorang sahabatnya, kurang tahu pasti kapan dikirimkannya, yang jelas… don’t know what to say :

"Ya Robb aku sedang memikirkan posisiku kelak di Akhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita, Khadijah Al Qubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafshah yang dibela Allah saat akan dicerai karena Showwamah dan qowwahmahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedang aku... ehm, 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shobirah. Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya Allah? Tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di Taman FirdausMu"

Saya merasa kecil…

Selamat jalan bunda…

Semoga Saya dan Istri bisa meneladanimu…

Minggu, 17 April 2011

My Life My Passion : Part 1 : Between Marriage and Educate…

Tidak terasa udah sebulan lebih menikah. Ya Menikah, Gak Kerasa Aku udah menikah, terus nanti punya anak, terus anaknya sekolah, SD, SMP, SMA, lalu kuliah, nikah, punya cucu, dst…. Haha, masih lama kalleee…

Yang pasti memang menikahnya aku ini memang sudah takdir. Ya… Takdir, mo dibilang gimana lagi ? wong emang udah terjadi… tapi ini sebenarnya by plan juga siy… ya takdir yang under planning-lah (which it is good, right?) saya inget salah satu target saya di Tahun 2011 adalah menikah… Alhamdulillah kesampaian… tapi saya ternyata juga memiliki keinginan lain yang ternyata tidak bisa seiring dengan menikahnya saya ini… Ya, keinginan menjadi Pengajar Muda di Indonesia Mengajar. Gak tau, saya tu pengeen banget ikutan niy program, kok kayaknya keren gitu…

Tahun 2010 saya ndaftar, tapi gak lolos… Wallahua’lam apakah gak lolosnya gara2 saya ndaftarnya setelah batas pendaftaran ditutup ato apakah memang sayanya yang gak qualified… Tapi di tahun 2011 ini saya daftar, meski awalnya sempat mengurungkan niat ndaftar gara2 usia udah lewat 25 tahun… saya akhirnya daftar juga, Alhamdulillah ternyata qualified sampe akhir… eh gak akhir sih, hampir akhir…. Belum bener2 akhir… soalnya di proses seleksi saya sedang menjalani proses yang lain yakni proses untuk menikah… dan ternyata pas saya sudah ada pengumuman lolos menjadi pengajar muda, dan saya mengumumkan kalau saya sudah menikah, ternyata dua pengumuman ini saling menghilangkan satu ke yang lainnya… he2…

Sebelum kami (saya dan istri) tahu kalo ternyata yang satu menyebabkan tidak bisa terlaksanakan yang satunya…. kebingunganlah yang dialami kita berdua. Gimana gak bingung ? secara ini udah kepengenan sejak setahun kemarin dan sangat disadari pula kalo program ini tu bagus banget dan I was choosen for it. Tapi ya, the problem is pada status saya sekarang ini yang udah menikah (meski baru sebulan siy, tapi ya itu tadi… justru gara2 sebulan itu tadi) bingung deh…. Kami konsultasi ke temen, sodara, macem2 tanggapannya… hingga atas saran seorang Ustadz saya disarankan untuk mengirmkn email yang isinya blak-blak-an mengenai apa yang dirasakan dan harapan kita berdua (selaku suami istri) dan saya (khususnya selaku pendaftar dan kandidat pengajar muda) akhirnya menulis email tersebut. Email itu langsung taktulis di mail-nya (gak dikonsep dulu) jadinya cukup panjang… (soalnya banyak curhatnya) takcoba copy paste ke word, ternyata jadi 4 halaman (ho2…) Setelah email terkirimkan saya merasa udah agak lega… soalnya at least aku udah menyampaikan semuanya ke tim seleksi. Nothing to lose hasilnya gimana pada wktu itu… kalau memang saya masih bisa menlanjutkan sebagai pengajar muda saya anggap itu adalah ‘Ujian Pernikahan Pertama’ (coz baru sebulan udah pisah) mengingat program ini sangat bermanfaat secara pribadi juga bermanfaat bagi bangsa. Kalau memang tidak bisa lanjut ya berarti memang harus ‘berkontribusi’ yang lain dulu saat ini.

Well, beberapa hari kemudian datanglah email dari tim seleksi, isinya ternyata setelah dirapatkan diputuskan saya tidak bisa lanjut menjadi pengajar muda (baiklah, hiks..)

Yha begitulah ceritanya, padahal orang2 di sekitar saya insyAllah dah pada tahu betapa saya pengen banget jadi Pengajar Muda, maklumlah Karena saya sanguinis, jangankan saya jadi pengajar muda, dulu pas saya mo pulang kampung aja suka cerita2, apalagi jadi pengajar muda, ya pasti cerita2 jugalah… makanya semua pada tau… ya begitulah kira2… sempat sih ada rasa2 gimana gitu pas liat pengumuman 73 orang yang terpilih menjadi pengajar muda… tapi well, it’s a destiny, it’s my choose to get married so I can’t continue to be young instructor (bener ini gak sih bahasa inggrisnya pengajar muda ?)

But It’s okey-lah… Tapi Karena education terlanjur udah jadi my passion (bukan gara2 IM lo, meski IM turut membuat saya semakin passionate… at least education is one from two things that I plan to to run in my whole life-lah ) So dengan tidak bisa lanjutnya saya menjadi Pengajar Muda di Indonesia Mengajar saya udah ada sih pemikiran bout what to do after this (yang related with education ya…). Selain Lembaga Training, mengembangkan English Course Method ala saya (yang luama buanget gak saya utak atik) saya pengen bikin les gratis bahasa inggris dan matematika buat anak2 kecil di sekitar rumah kontrakan saya. Kebetulan saya lumayan seneng bahasa inggris dan istri saya guru matematika yang kreatif. Saya punya metode sendiri, dan istri saya juga punya beberapa kreativitas dalam mengajarnya. kita pengen berbaggi itu… tapi ya, ini masih cari waktu-nya, plus juga cari tahu apakah udah ada les serupa di sekitar, soalnya kalo udah ada ‘n itu jadi penghasilan orang lainkan kita jadi merebut lahan penghasilan orang lain, tapi Wallahua’lam-lah, kalo saat ini yang ini belum bisa kelaksana InsyAllah masih bisa yang bisa dan banyak lain yang bisa dikerjakan… saya pribadi juga udah ikutan di sebuah sanggar anak2, kebetulan temen saya yang pendirinya bakal meninggalkan sanggarnya selama setahun ke depan, jadi ya… itu juga bisa mungkin sebagai things that I need to do…

Udah sih, gitu dulu aja…

Yang penting nulis…

Luama buanget gak nulis…

Mohon masukan2nya ya kalo ada, kalo gak berkenan monggo di-remove tag-nya, maap udah Menuhin wall-nya ya…

Minggu, 16 Januari 2011

Bismillah Indonesia Mengajar...

Indonesia Mengajar is Back !!!
Setelah sempat kuciwa taun lalu
Bismillah,
Taun ini nyoba lagi...
Semangat
Meski usia udah lewat, kan cuma dikit...

Calon Istriku aja aku bikin kriteria maximum seusia aku aja jadinya aku dapat lebih tua, masa sih ini gak bisa... Yang pentingkan kualitasnya (Hoho, congkak nian, Astaghfirullahal Adzim...)

Bismillah, doain ya...